Author Archives:
Jum’at 22 Oktober 2011 Pukul 02.15 Pagi

Jam sudah menunjukkan pukul 02:15 pagi, mata sudah sangat mengantuk, dinginnya AC juga sangat mendukung, tapi hati ini masih tetep berontak, masih tetap ingin terjaga. Sangat sayang rasanya melewatkan malam ini begitu saja dengan tidur seperti biasa mengingat malam ini adalah malam sabtu. Memang ada apa dengan malam sabtu?
Malam sabtu dan malam minggu adalah dua malam yang spesial, malam yang ditunggu-tunggu, malam yang berbeda dibanding malam-malam lainnya (lebaydotcom). Kalau biasanya setelah capek menghabiskan seharian full di kantor, masih harus dilanjut dengan kuliah di malam hari, dan setelah selesai kuliah mesti segera tidur karena besoknya mesti cepat bangun supaya tidak telat ke kantor untuk menghabiskan another full day, tidaklah demikian halnya yang terjadi di dua malam ini, malam sabtu dan atau malam minggu. Di dua malam ini saya tidak kuliah malam. Juga tidak ada kewajiban mesti cepat-cepat bangun besok paginya karena kita tidak berangkat ke kantor pada hari sabtu dan atau hari minggu. Di antara malam-malam dalam seminggu, cuma di dua malam inilah bisa benar-benar bersantai dan berlibur. Melepas penat dan menyenangkan diri setelah seminggu penuh rutinitas yang melelahkan (lebaydotcom lagi)
All I want is to have fun di malam ini dan aku ingin malam ini lama berakhir. Mengisinya dengan melakukan apa-apa yang kusukai sebebas-bebasnya. Menghilangkan semua beban-beban sebersih-bersihnya dari dalam pikiran. Oh malam sabtu, jangan segera berakhir please dan malam senin, ga usah buru-buru gitu lah datangnya hehe. Haha.. I really have no idea what this is that I ‘m writing but this is really true what I feel sebelum akhirnya benar-benar tertidur sepertinya sebentar lagi mengingat mata yang sudah tinggal 5 watt dan ini mulut yang ga mau berhenti menguap wkwk
Jenis-jenis Produk Simpanan Bank

Siapa yang tidak tahu bank? Setiap orang rasa-rasanya, apalagi yang hidup di perkotaan pastilah pernah berurusan dengan bank. Namun apabila ditanya apa-apa saja produk yang dijual oleh bank, produk-produk simpanan dan produk-produk pinjamannya, saya yakin tidak semuanya bisa menjawab
Oleh karena itu dalam tulisan kali ini saya akan membahas sedikit tentang apa itu bank, dan apa saja produk-produk yang dijual oleh bank, terutama produk simpanannya. Dengan demikian harapannya pengetahuan kita bersama tentang bank bisa bertambah dan kita bisa mendayagunakan produk-produk itu semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan kita.
Ok mari kita mulai, bank secara prinsipnya adalah lembaga yang bisnis utamanya untuk menyimpan dan meminjam dana dari masyarakat. Sebagai contoh, kalau kita menyimpan uang di bank (misalnya deposito), kita mungkin akan mendapatkan suku bunga 5 persen per tahun. Pada gilirannya, bank akan meminjamkan uang itu ke masyarakat, dan pihak yang meminjam uang itu harus membayar bunga kepada bank yang lebih tinggi dari 5 persen tersebut. Selisih persentase itulah yang menjadi keuntungan bank (keuntungan kotornya).
Karena bisnis utama bank adalah sebagai lembaga penyimpanan dan peminjaman uang, maka produk perbankan dapat dibedakan menjadi dua: produk-produk simpanan dan produk-produk pinjaman. Dalam tulisan kali ini saya akan membahas lebih dahulu produk-produk simpanan di bank dan bagaimana memaksimalkan manfaatnya. Sedangkan untuk yang produk-produk pinjaman akan dibahas di tulisan lainnya kelak.
1. GIRO
Rekening Giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap hari, di mana rekening ini dilengkapi fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet. Bila kita bertransaksi dengan pihak lain, maka kita bisa membayarnya dengan menggunakan cek atau giro bilyet. Cek adalah surat berharga di mana orang yang kita beri cek ini bisa langsung menguangkannya di bank. Sedangkan giro bilyet adalah surat berharga di mana orang yang kita beri giro tersebut tidak bisa menguangkan giro itu di bank, tapi harus disetorkan lebih dulu ke rekeningnya. Barulah setelah itu uang akan cair di dalam rekeningnya.
Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. Kalaupun ada bank yang memberikan bunga, maka bunga itu biasanya kecil dan sering disebut dengan istilah “jasa giro”. Biasanya bank memberikan jasa giro maksimal sebesar 1 – 2 persen dari jumlah saldo (biasanya) terendah yang menjadi ketentuan minimal dalam sebulan.
Minimal setoran untuk rekening giro berbeda-beda pada tiap bank. Tapi pada saat ini, jumlah setoran terkecil adalah Rp 250.000 (untuk rekening giro perorangan) dan Rp 500.000 (untuk rekening giro perusahaan).
Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari rekening gironya tiap bulan.
Dengan memiliki rekening giro, setiap bulan kita akan mendapatkan rekening koran (semacam laporan rutin) yang dikirimkan ke alamat kita tiap bulan. Di dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.
2. TABUNGAN
Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank. Tidak hanya di satu bank, tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja, tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebenarnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. Contohnya seperti fasilitas debet, fasilitas ATM, transfer, dan lain sebagainya.
Jadi kalau dilihat, tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.
Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan kita. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama, misalnya jika setoran awal adalah Rp 25.000 maka saldo minimal juga Rp 25.000. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta.
Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan kita, apakah bank memperbolehkan nasabah tabungannya melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga kita bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan kita tersebut.
Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang, sehingga nasabah semakin rajin menabung. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo rata-rata harian pada bulan tersebut. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya, berapa pun jumlah uang kita di tabungan bunganya tetap sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda, bunga yang diberikan tidak sama. Biasanya, semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi.
Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.
3. DEPOSITO
Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Sebagai contoh, kalau kita menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan, maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa kita ambil setelah 3 bulan berlalu. Tentunya, kita juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa kita nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo.
Bunga deposito biasanya lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Kalau suku bunga tabungan sekitar 1-3 persen, suku bunga deposito bisa sekitar 5-6 persen pertahun. Ini karena uang kita akan “dikunci” selama jangka waktu tertentu sehingga bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan yang uangnya bisa kita tarik kapan saja. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito.
Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal setoran untuk penempatan deposito lebih besar, besarnya pada tiap bank bervariasi, tapi saat ini yang paling minimal adalah sebesar Rp 500.000.
Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan, karena jarangnya transaksi melalui rekening deposito. Walaupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari bunga deposito yang kita dapatkan.
Demikian sedikit tentang bank dan produk-produk simpanannya, semoga bermanfaat
Menabung Itu Mudah, Ayo Mulai

Siapa sih yang tidak ingin menabung. Setiap orang pasti ingin punya tabungan apapun ceritanya. Mengingat tidak satupun orang yang mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok, atau ekstrimnya beberapa detik kemudian, sehingga untuk kejadian-kejadian yang bisa dikatakan memiliki dampak atau akibat yang besar/massive terkait dengan keuangan dan kehidupan perlu ada persiapan. Nah salah satu bentuk persiapan itu adalah tabungan. Masalahnya dalam prakteknya, penghasilan sering habis untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang kita lakukan sehingga tidak ada sisa untuk ditabung, bahkan terkadang bisa defisit. Beli ini beli itu, kebutuhan yang terus-menerus bertambah, harga-harga semakin mahal, dan lain-lain mengakibatkan kita sangat kesulitan untuk menabung. Hampir semua orang pasti akan mengalaminya namun apakah hal ini akan membuat niat kita untuk menabung menjadi surut?
Tentunya tidak bukan. Kalau kita menginginkan sesuatu kemudian dalam perjalanan kita menemukan hambatan, apakah kita akan langsung menyerah begitu saja terhadap hambatan tersebut? Tentunya tidak bukan. Kita akan mencari cara bagaimana mengatasinya, berbagai macam cara sampai hambatan tersebut bisa dilalui.
Nah kembali ke masalah di atas, penghasilan yang selalu habis untuk pengeluaran bahkan terkadang defisit sehingga mengakibatkan kita kesulitan untuk menabung, apakah kita akan menbiarkannya terus-menerus begitu saja dan langsung menyerah, sehingga membiarkan waktu kita terus berlalu dan berlalu setiap tahunnya tanpa menabung?
Saya akan beberkan salah satu cara untuk mengatasi hambatan tersebut di atas. Kalau selama ini kita selalu membelanjakan dahulu penghasilan kita sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang tidak membalik proses itu?
Ketika kita mendapatkan gaji, sisihkan terlebih dahulu sebagian uangnya untuk ditabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Otomatis kita memiliki tabungan bukan
Bila kita melakukan hal itu, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa kita belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Kita perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa-masa yang tidak terduga kelak.
Sebagai contoh, penghasilan kita tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, kita biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan kita menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran kita cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan.
Bila kita merasa jumlah itu tidak cukup, maka mau tidak mau kita harus melakukan salah satu atau kedua-duanya dari pilihan berikut: 1) Meningkatkan pendapatan sehingga bisa cukup seperti dengan mencari penghasilan lain, sampingan, usaha lain dan sebagainya. Atau 2) Menekan dan mengurangi pengeluaran, yang bisa kita lakukan dengan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan wajib dan mendesak terlebih dahulu, dan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak wajib, tidak mendesak dan atau bisa ditunda.
Terserah kita, mana yang hendak kita pilih. Yang terpenting, kita harus menabung dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin kita. Have fun menabung
Pengantar Kategori Keuangan di Blog ini
.jpg)
Dunia keuangan adalah dunia yang sangat menarik. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya uang. Bisa kita katakan apapun butuh uang. Oleh karena itu pengetahuan tentang keuangan yang baik sangatlah penting bagi setiap orang.
Dunia keuangan juga adalah dunia yang terus berkembang. Produk-produk keuangan baru terus bermunculan. Begitu juga dengan istilah-istilah baru. Setiap orang dituntut untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan masalah keuangan. Oleh karena itu dalam blog saya ini, saya akan coba membahas sedikit kalau tidak bisa dibilang sekilas tentang dunia keuangan. Saya akan mulai dari dasar-dasar terlebih dahulu kemudian beranjak sedikit demi sedikit ke yang lebih lanjutnya.
Dengan membahas dan mempelajari dunia keuangan, saya berharap pengetahuan tentang keuangan bagi saya yang pengetahuan keuangannya masih minim ini akan meningkat dan tentunya juga bagi para pembaca yang membaca blog saya ini
Melek Finansial

Memiliki uang tanpa memiliki kecerdasan finansial hanya akan mengakibatkan uang yang kita miliki cepat habis. Padahal setiap orang tentunya tidak ada yang mau kehabisan uang bukan
Oleh karena itu melek finansial adalah sesuatu yang wajib jika menginginkan hidup yang lebih baik. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa yang penting dalam hidup ini bukanlah seberapa banyak uang yang kita hasilkan, tapi seberapa banyak yang kita simpan atau tabung. Tidak ada gunanya punya penghasilan besar, gede, apabila semuanya habis untuk pengeluaran tanpa menyisakan sebagian darinya untuk disimpan
Kesulitan finansial adalah ketika kita kesulitan untuk membedakan antara aset dengan liabilitas. Aset adalah sesuatu yang menghasilkan uang atau mengalirkan uang ke dalam kantong kita sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mengurangi atau menghabiskan uang di kantong kita. Contoh aset: tanah, saham, property, deposito. Liabilitas: makan-minum, pakaian, nonton bioskop, dll. Mau menjadi kaya, habiskan hidup anda untuk membeli aset. Mau menjadi miskin, habiskan hidup anda membeli liabilitas
Beginilah Pengusaha Melakukan Bisnisnya
Seorang ayah berkata pada anaknya……
Ayah ” Anaku, ayah mempunyai calon istri untukmu”
Anak ” Tapi ayah, aku sudah punya calon pilihanku sendiri”
Ayah ” Tapi calonmu ini anaknya Bill Gates “
Anak ” Oh kalau itu..”
Kemudian sang Ayah menemui Bill Gates
Ayah ” Saya mempunyai calon suami untuk anak bungsu anda”
Bill Gates ” Tapi anak bungsu saya masih terlalu muda untuk menikah, baru 17 tahun”
Ayah ” Tapi calon suami anak anda calon direktur Bank Dunia”
Bill Gates ” Oh kalau itu..”
Esok harinya sang ayah menemui Gubernur Bank Dunia
Ayah ” Saya ingin merekomendasikan direktur untuk anda”
Gubernur Bank Dunia ” Tapi saya sudah punya direktur lebih dari cukup”
Ayah ” Tapi calon direktur anda ini calon menantu Bill Gates”
Gubernur Bank Dunia ” Oh kalau itu….”
Beginilah kira-kira cara pengusaha melakukan bisnisnya
sumber : Majalah alghurair food