Investigasi GKI Yasmin. Wawancara Terhadap Orang-orang yang Berkepentingan.

Dari keterangan para saksi, sampai penjelasan warga sekitar.

Beberapa quote:
Dr. Ibnu Tricahyo, Ombudsman RI
Ijin mendirikan IMB itu dilakukan kemarin tahun 2002, kemudian tahun 2005 sudah turun rekomendasi walikota, 2006 bulan Juli, ijinnya terbit. Tetapi bulan oktober 2006 ada sosialisasi. Di daftar hadir sosialisasi itulah yang menjadi alasan pemalsuan. Padahal sosialisasi itu ga ada hubungannya dengan IMB.

Munir Karta
Dan itu atas permintaan dari kelurahan, terus saya suruh tanda tangan. Itu pun yang tanda tangan semua warga saya. Maaf, saya belum pernah memalsukan tanda tangan itu. Dan itu atas perintah kelurahan. Dan yang absen atau pulang lebih awal ditandatangani oleh staf lurah.

Warga Curug Mekar
TVOne: Kalau ada anggapan bahwa tanda tangan bapak dipalsukan pak munir, itu benar ga pak?
Warga: Tidak benar itu pak. Sebab begini.. Saya itu kan sudah tanda tangan, saya kan jadi saksi disana. Itu tidak benar itu.
TVOne: Apakah bapak setelah melihat itu memang tanda tangan bapak?
Warga: Betul.. Betul sekali.

Ujang Sujai
Mereka itu atas dasar, yang terungkap di persidangan itu, atas dasar ditakut takutin oleh salah seorang pimpinan forkami. Bahwa mereka kalau tidak membuat pengaduan ke polisi dan mengaku tanda tangannya palsu akan diazab oleh Allah karena ikut mendirikan gereja

Entis – Ketua RT7 yang “katanya” warganya demo dan dipalsukan tanda tangannya
TVOne: Nah lalu, kalau misalnya kemarin, sempat ada yang demo mengatas namakan warga. Ini sebenarnya yang demo itu warga RT7 atau bukan?
Entis: Mungkin kalau warga sekitar mungkin ada. Tapi kalau khususnya RT7, tidak ada. Kalau ga percaya, silahkan tanya masing masing.
TVone: Mungkin kalau ada, kaka atau abang disini yang ikut demo pembangunan ga sih?
Warga RT7: Ga ada pak, ga ada..
TVOne: Jadi sebenarnya ga bermasalah?
Warga RT7: Tidak pak..
Entis: Saya bukan ngebelain gereja, bukannya menyurutkan orang yang anti gereja. Lebih menyangkut ke warga saya pribadi. Saya menjamin kalau tidak ada yang ikut ikut demo ke situ.

KH Mustofa, putra KH Abdullah Bin Nuh
Rumah ibadah tersebut berdiri di jalan yang mencantumkan tokoh Islam barangkali tidak perlu dijadikan sandaran. Sebab berapa banyak mesjid yang berdiri di jalan yang menyandang nama tokoh agama lain.
Dan setahu kami, tidak ada anggota keluarga lain, khususnya para putra yang tinggal di tempat ini yang menyatakan keberatan.

Sumber: Telusur TVOne

Komentar saya: Sampai berapa lama lagi penzaliman ini dibiarkan?

Advertisement

Posted on December 26, 2011, in Berita Pilihan, Investigasi Masalah / Kasus and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 677 other followers