Monthly Archives: October 2011
Sejarah Hari Keuangan Indonesia, 30 Oktober
Bagaimanakah kisah munculnya Hari Keuangan?

Di Indonesia, sejarah pengelola keuangan pemerintahan sudah ada sejak masa lampau. Tiap pemerintahan, dari zaman kerajaan sampai sekarang, memiliki pengelola keuangan untuk dapat melaksanakan pembangunan perekonomian di pemerintahannya. Pengelolaan keuangan pemerintahan disini meliputi semua milik pemerintahan atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu pemerintahan. Keuangan yang dikelola berasal dari masyarakat yang berupa upeti, pajak, bea cukai, dan lain-lain.
Sebagai bagian dari suatu pemerintahan, Kementerian Keuangan merupakan instansi pemerintah yang mempunyai peranan vital di dalam suatu negara untuk melakukan pembangunan perekonomian. Pembangunan ekonomi akan berjalan lancar apabila disertai dengan administrasi yang baik dalam pengelolaan keuangan negara. Peranan vital Kementerian Keuangan adalah mengelola keuangan negara dan membantu pimpinan negara dalam bidang keuangan dan kekayaan negara. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan dapat dikatakan sebagai penjaga keuangan negara (Nagara Dana Raksa).
Sebelum Kemerdekaan
Pengusiran Portugis oleh Belanda menjadikan Belanda mempunyai tempat untuk menancapkan kukunya di Hindia Belanda, dengan melimpahkan wewenang kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). VOC, yang pada saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen (1619-1623 dan 1627-1629), diberi hak octrooi yang salah satunya adalah mencetak uang dan melakukan kebijakan perekonomian. Sejak tahun 1600-an, VOC mengeluarkan kebijakan untuk menambah isi kas negara dengan menetapkan peraturan verplichte leverentie (kewajiban menyerahkan hasil bumi pada VOC), contingenten (pajak hasil bumi, pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah agar harganya tinggi, dan preangerstelsel (kewajiban menanam pohon kopi).
Pada bulan maret 1809, setelah menjual tanah weltevreden, pemerintahan Daendels memutuskan membangun sebuah istana yang berhadapan dengan lapangan parade Waterlooplein. Istana ini rencananya digunakan sebagai pusat pemerintahan dan dipakai untuk kepentingan gubernur jenderal, dalam rangka pemberian kebijakan. Selain itu, gedung ini juga difungsikan sebagai tempat tahanan. Sebagai pengganti Daendels, Gubernur Jansen kurang menaruh perhatian pada pembangunan gedung, sehingga selama masa jabatannya pembangunan gedung itu terlantar. Kemudian, pembangunan istana ini dilanjutkan oleh Letnan Kolonel J.C Schultze, perwira yang berpengalaman membangun gedung Societet Harmonie di Batavia. Namun, pembangunan istana sempat terhenti karena Hindia Belanda beralih kekuasan ke Inggris.
Pemerintahan Inggris melalui Thomas Stamford Raffles (1811-1816) mengeluarkan kebijakan baru dengan nama Landrent (pajak tanah), dengan mengubah pola pajak bumi yang diterapkan Belanda sebelumnya. Harapan Raffles mengeluarkan kebijakan tersebut, agar masyarakat Hindia Belanda memiliki uang untuk membeli produk Inggris. Pada intinya adalah memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan dan menyerap hasil produksi oleh penduduk. Kebijakan yang dilakukan Raffles mengalami kegagalan karena tidak adanya dukungan dari raja dan bangsawan setempat, dan penduduk kurang mengerti mengenai uang dan perhitungan pajak.
Hindia Belanda kemudian dikuasai kembali oleh Belanda setelah melalui kesepakatan Inggris- Belanda. Pada periode ini, perbaikan perekonomian mulai dilaksanakan. Jenderal Du Bus (1826), sebagai Gubernur Jenderal pada masa itu, melanjutkan pembangunan istana tersebut dengan bantuan Ir. Tromp, yang selesai pada 1828. Bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pemerintahan Hindia Belanda, yang diresmikan sendiri oleh Gubernur Du Bus. Di tahun yang sama, Du Bus juga mendirikan De Javasche Bank dengan alasan kondisi keuangan di Hindia Belanda dianggap memerlukan penertiban dan pengaturan sistem pembayaran.
Pada tahun 1836, atas inisiatifnya, van Den Bosch mulai memberlakukan cultuurstelsel (sistem tanam paksa) yang bertujuan untuk memproduksi berbagai komoditi yang memiliki permintaan di pasar dunia. Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka mengenalkan penggunaan uang di masyarakat Hindia Belanda. Cultuurstelsel dan kerja rodi (kerja paksa) mampu mengenalkan ekonomi uang pada masyarakat pedesaan. Hal ini dilihat dengan meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi. Reformasi keuangan sudah berkali-kali dilakukan, tetapi belum menghasilkan keuangan yang sehat.
Kebijakan selanjutnya yang dilakukan pemeritahan Belanda di Hindia Belanda adalah Laissez faire laissez passer, yaitu perekonomian diserahkan pada pihak swasta (kaum kapitalis). Kebijakan ini dilakukan atas desakan kaum Humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga agar lebih baik. Peraturan agraria baru ini bukannya mengubah menjadi lebih baik melainkan menimbulkan penderitaan yang tidak layak. Pada masa ini Departement van Financien dibentuk dan bertempat di istana Daendels karena pusat pemerintahan berpindah ke tempat lain. Gedung ini dijadikan sebagai tempat pengkoordinasian pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasif keuangan ke tempat lain.
Kekurangan tenaga ahli keuangan membuat pemerintah Belanda menyelenggarakan berbagai kursus bagi orang Belanda dan orang Pribumi yang dipandang mampu. Kursus yang diikuti adalah kursus ajun kontrolir dan treasury / perbendaharaan. Terpusatnya tempat pengelolaan keuangan dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan pemasukan dan pengeluaran negara. Terjadinya keadaan ekonomi yang memprihatinkan adalah alasan utama dibentuknya departement of financien.
Pecahnya perang dunia II di Eropa yang terus menjalar hingga ke wilayah Asia Pasifik, membuat kedudukan Indonesia sebagai jajahan Belanda sangat sulit, ditambah dengan terjepitnya pemerintah Belanda akibat serbuan Jepang. Menjelang kedatangan Jepang di Pulau jawa, Presiden DJB, Dr. G.G. van Buttingha Wichers berhasil memindahkan semua cadangan emas ke Australia dan Afrika Selatan melalui pelabuhan Cilacap Selama menduduki Indonesia, Jepang menjadikan kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Gedung Departement of Finance dijadikan tempat untuk melakukan aktivitas keuangan sehari-hari. Gedung ini dijadikan sebagai tempat pengolahan keuangan dan pemutusan kebijakan ekonomi oleh Jepang. Pada 7 Maret 1943, patung Jan Pieterzoon Coen yang berada di depan gedung Department of Financien dihancurkan Jepang karena dianggap sebagai lambang penguasa Batavia.
Banyak dari tenaga ahli keuangan Belanda ditawan oleh Jepang, dan beberapa orang yang ahli dan berpengalaman dijadikan sebagai tenaga pengajar keuangan pada putra-putri Indonesia. Kekurangan tenaga keuangan menjadikan Jepang mendidik rakyat Hindia Belanda untuk mengikuti pendidikan keuangan.
Selama 1942-1945, Jepang menerapkan beberapa kebijakan seperti, memaksa penyerahan seluruh aset bank, melakukan ordonansi berupa perintah likuidasi untuk seluruh Bank Belanda, Inggris, dan Cina. Selain itu, Jepang juga melakukan invasion money senilai 2,4 milyar gulden di pulau Jawa hingga 8 milyar gulden (pada tahun 1946). Tujuan invasion money yang dilakukan oleh Jepang adalah menghancurkan nilai mata uang Belanda yang sudah terlanjur beredar di Hindia Belanda.
Fokus pendudukan Jepang di Hindia Belanda terhadap perang pasifik menyebabkan Jepang melakukan kebijakan yang membuat terjadinya krisis keuangan. Jepang melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan karena produksi minyak jarak. Jepang melakukan pengurasan kekayaan alam dan hasil bumi, dan menjadikan para tenaga produktif sebagai romusha. Hiper inflasi yang terjadi pasa masa ini menyebabkan pengeluaran bertambah besar, sedangkan pemasukan pajak dan bea masuk turun drastis. Kebijakan ala tentara Dai Nippon merugikan penduduk Indonesia.
Masa Kemerdekaan
Setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Kota Jakarta dijadikan pusat pemerintahan. Pada masa ini, Gedung Department of Financien masih berfungsi sebagai pusat kegiatan pengolahan keuangan sehari-hari. Keadaan ekonomi keuangan awal kemerdekaan amat buruk, dimana terjadi inflasi yang tinggi yang disebabkan beredarnya tiga buah mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Mata uang Jepang yang beredar sekitar 4 Milyar dan uang merah NICA menyebabkan terjadinya inflasi tinggi. Permasalahan ekonomi ini menyebabkan diadakannya rapat tanggal 2 september 1945 oleh BPKKP dan BKR di karesidenan Surabaya. Mereka sama-sama menyadari, disamping mempertahankan kemerdekaan selain kekuatan bersenjata juga diperlukan kekuatan dana untuk membiayai perjuangan itu.
Dalam wacana mencari dana, terpetik berita mengenai Dr,Samsi , seorang ekonom dan tokoh pergerakan cukup terkenal di Surabaya. Pada kabinet presidensial pertama RI 19 Agustus 1945, Soekarno mengangkat Dr. Samsi sebagai Menteri Keuangan. Dr. Samsi memiliki peranan besar dalam usaha mencari dana guna membiayai perjuangan RI. Ia mendapatkan informasi bahwa di dalam Bank Escompto Surabaya tersimpan uang peninggalan pemerintahan Hindia Belanda yang dikuasai Jepang. Kedekatannya dengan pemerintah Jepang memudahkannya untuk melakukan upaya pencairan dana, sehingga dapat digunakan untuk perjuangan. Pada 26 September 1945 Dr. Samsi mengundurkan diri dan digantikan oleh A.A. Maramis.
24 Oktober 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis menginstruksikan tim serikat buruh G. Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern. Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi persyaratan. Menteri pun melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia yang diketuai oleh TBR Sabarudin. Akhirnya, uang ORI (Oeang Republik Indonesia) pertama berhasil dicetak. Upaya percetakan ORI ini ditangani oleh RAS Winarno dan Joenet Ramli.
Pada 14 November 1945 di masa kabinet Sjahrir I, Menteri keuangan dijabat oleh Mr. Sunarjo Kolopaking. Mr. Sunarjo mengikuti konferensi Ekonomi Februari 1946 yang bertujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat, dalam rangka menanggulangi masalah produksi dan distribusi makanan, sandang serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
Pada 6 Maret 1946, panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah yang dikuasai sekutu. Hal ini menyebabkan kabinet Sjahrir berupaya untuk menindaklanjuti pengumuman NICA tersebut untuk mengedarkan ORI. Hanya saja, peredaran ORI tersebut membutuhkan dana. Langkah awal kabinet Sjahrir adalah menggantikan Menteri Keuangan oleh Ir. Surachman Tjokroadisurjo. Upaya utama yang dilakukan oleh Ir. Surachman untuk mengatasi kesulitan ekonomi adalah, melakukan Program Pinjaman Nasional dengan persetujuan BP-KNIP pada Juli 1946. Selain itu, ia juga melakukan penembusan blokade dengan diplomasi beras ke India dan mengadakan kontrak dengan perusahaan swasta Amerika yang dirintis oleh para pengusaha Amerika Serikat yang dirintis oleh badan semi pemerintah bernama Banking and Trading Coorporations dibawah pimpinan Soemitro Djojohadikusumo. Ia juga menembus blokade Sumatra dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia, dengan membuka perwakilan dagang resmi yang bernama Indonesia Office (Indoff).
Pada 2 Oktober 1946, Menteri keuangan digantikan oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Akhirnya, usaha penerbitan uang sendiri memperlihatkan hasilnya dengan diterbitkannya EMISI PERTAMA uang kertas ORI pada tanggal 30 Oktober 1946. Pemerintah Indonesia menyatakan tanggal tersebut sebagai tanggal beredarnya Oeang Republik Indonesia (ORI) dimana uang Jepang, uang NICA, dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI pun diterima dengan perasaan bangga oleh seluruh rakyat Indonesia. Mata uang yang dicetak itu ditandatangani oleh Alexander Andries Maramis (15 mata uang periode 1945-1947).
30 Oktober disahkan sebagai Hari Keuangan Republik Indonesia oleh presiden berdasarkan lahirnya uang emisi pertama Republik Indonesia, yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia. Uang adalah lambang utama suatu negara merdeka serta sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada khalayak umum. Untuk menghargai jasa A.A Maramis, maka gedung Department of Financien atau gedung Daendels diberi nama gedung A.A Maramis. Gedung ini menjadi pusat kerja Menteri Keuangan selaku pimpinan Departemen Keuangan Republik Indonesia saat menjalankan tugasnya sehari-hari. Seiring dengan kebutuhan akan koordinasi antar unit, sejak tahun 2007 gedung Menteri Keuangan dipindah ke Gedung Djuanda 1 yang berlokasi di seberang gedung A.A Maramis.
Menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara juncto Peraturan Presiden Nomor 47 tahun 2009 tentang pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, serta merujuk pada surat edaran Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Nomor SE-11 MK.1/2010 tentang perubahan Nomenklatur Departemen Keuangan menjadi Kementerian keuangan, maka sejak 2009, Departemen Keuangan resmi berubah nama menjadi Kementerian Keuangan.
Sumber: depkeu.go.id
Mengenal dan Memanfaatkan Jasa Pegadaian

Kebutuhan akan uang tunai terkadang menjadi kebutuhan yang sangat segera pada waktu-waktu tertentu. Namun demikian, kebutuhan-kebutuhan tersebut ada kalanya tidak diimbangi dengan kesediaan uang tunai yang kita miliki. Seringkali kita berpikir untuk meminjam uang dari saudara atau tetangga. Nyatanya, bukan tidak mungkin mereka juga sedang sama membutuhkannya dengan kita. Kalau begitu, kenapa tidak coba datang ke pegadaian?
Sesuai namanya, Pegadaian adalah tempat di mana Anda bisa datang meminjam uang dengan barang-barang pribadi Anda sebagai jaminannya. Mungkin Anda masih ingat dengan slogan pegadaian saat ini, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.
Kalau Anda meminjam uang tunai ke bank, selain Anda harus memiliki agunan, prosesnya juga bisa memakan waktu berhari-hari, karena pengajuan kredit Anda perlu dianalisa terlebih dahulu oleh bagian kredit di bank tersebut. Tapi di Pegadaian, Anda tinggal membawa barang pribadi Anda dan menunjukkannya di loket penaksir.
Di loket penaksir tersebut barang Anda akan dinilai oleh petugasnya. Anda akan diberi tahu mengenai berapa nilai gadai dari barang Anda tersebut. Nilai gadai adalah nilai yang menggambarkan tentang berapa batas jumlah uang yang bisa Anda pinjam dengan menggunakan barang yang bersangkutan. Bila Anda setuju, maka setelah itu Anda tinggal datang ke loket kredit dan mendapatkan uang tunai yang bisa Anda pinjam, tentunya yang sesuai dengan nilai gadai barang Anda. Bagusnya, proses ini tidak memakan waktu berhari-hari. Di sinilah kelebihan pegadaian.
Mudah memang, tapi tentunya semua itu tidak gratis lho! Artinya masih ada beban bunga yang harus Anda bayar setiap 15 hari kalau memang Anda berniat untuk menebusnya kembali. Beban bunga itu bervariasi, tergantung dari nilai pinjaman Anda. Untuk pinjaman Rp 20.000 hingga Rp 150.000 dikenakan bunga 0.75%. Untuk pinjaman Rp 151.000 hingga Rp 20.000.000 dikenakan bunga 1,2%, dan untuk pinjaman Rp 20.100.000 hingga 200.000.000 dikenakan bunga 1%.
Lalu bagaimana kalau nantinya Anda tidak mampu menebus kembali barang Anda tersebut? Pegadaian akan melelang barang tersebut. Lelang adalah proses penjualan barang di mana barang yang bersangkutan akan dijual kepada penawar yang berani membeli dengan harga tertinggi. Tentu saja lelang tersebut akan dilakukan dengan sepengetahuan pemiliknya. Jadi tenang saja, karena sebelum barang Anda dilelang, Anda akan diberi tahu terlebih dulu. Syukur-syukur kalau nilai barang Anda memang lebih tinggi dari pinjaman Anda. Karena selisihnya, setelah dikurangi bunga, akan dikembalikan kepada Anda.
Jasa / Layanan Lain
Selain jasa pegadaian, ada 2 jasa lain yang juga ditawarkan oleh pegadaian, yaitu:
- Penjualan Koin Emas ONH Koin Emas ONH adalah emas yang berbentuk koin yang bisa digunakan untuk tujuan persiapan dana pergi haji bagi pembelinya. Anda tinggal membeli sejumlah koin emas ONH (yang tersedia dalam berbagai pilihan berat), baik sekali saja maupun secara rutin. Setelah koin emas ONH Anda dianggap mencukupi (biasanya sekitar 250-300 gram), maka secara otomatis Anda akan didaftarkan sebagai calon jemaah haji melalui Sistem Haji Terpadu (Siskoat). Selain untuk haji, namanya juga emas, Anda juga bisa membeli emas untuk tujuan investasi lain, dan tidak harus selalu untuk haji.
- Jasa penitipan barang Bila Anda akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama, kenapa Anda tidak menitipkan barang-barang Anda di Pegadaian? Ini karena Pegadaian juga memiliki jasa penitipan barang yang bisa Anda manfaatkan. Keunggulan yang dimiliki jasa penitipan pegadaian adalah, bahwa selain tarifnya sangat terjangkau (tanyakan kepada Kantor Pegadaian di dekat rumah Anda mengenai jumlah persisnya), barang-barang yang Anda titipkan juga dilindungi oleh asuransi.
Tips Memanfaatkan Jasa Pegadaian
Ada beberapa orang yang malu ke pegadaian entah karena memang tidak tahu apa-apa tentang pegadaian, atau karena selama ini banyak orang menganggap bahwa pegadaian hanyalah untuk orang-orang susah. Anggapan itu tidaklah benar, karena banyak juga orang-orang golongan menengah ke atas yang menggadaikan barang-barangnya. Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:
- Hindari para calo Terkadang di beberapa pegadaian ada calo-calo yang suka menghadang Anda sebelum masuk ke dalam pegadaian. Biasanya mereka akan menawarkan jasa untuk membeli barang yang akan Anda gadaikan. Tolak saja, karena biasanya Anda akan dipaksa menggadaikannya dengan harga yang lebih murah.
- Gadaikan barang yang nilainya menaik Karena barang yang Anda gadaikan harus disimpan di Pegadaian, ini berarti Anda tidak menikmati barang tersebut. Usahakan tidak menggadaikan barang-barang yang nilainya menurun, karena selain Anda harus membayar beban bunga, penurunan nilai barang tersebut juga menjadi kerugian Anda karena Anda tidak menikmatinya.
- Gadaikan barang-barang elektronik yang tidak dipakai Terkadang ada barang-barang elektronik yang tidak digunakan di rumah Anda, misalnya bila Anda memiliki TV lebih dari satu. Nah, daripada mubazir, kenapa Anda tidak menggadaikan salah satunya? Jadi, di samping mendapatkan uang tunai, beban listrik Anda akan berkurang karena kini tidak ada lagi dua teve yang digunakan secara bersamaan.
- Sekali-kali Ikuti acara Lelang Secara rutin, pegadaian akan mengadakan acara lelang untuk barang-barang gadai yang tidak ditebus oleh pemiliknya. Terkadang barang-barang yang dilelang masih memiliki kualitas yang bagus tapi bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah.
Pegadaian Dikala Menjelang Lebaran
Bagi para pekerja ataupun karyawan perusahaan, biasanya setahun sekali akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). THR ini besarnya bervariasi. Ada yang satu bulan gaji, dua bulan gaji, bahkan ada yang lebih, tergantung dari kebijaksanaan perusahaan. Dan biasanya, THR ini diterima pada saat mendekati lebaran. Bahkan ada yang diberikan sesudah hari Lebaran.
Banyak orang, karena mereka yakin akan mendapatkan THR, mereka banyak meminjam uang dengan cara menggadaikan barangnya di Pegadaian pada sekitar awal bulan puasa. Setelah mendapatkan THR, biasanya barang yang digadaikan akan segera ditebus. Uang hasil menggadaikan barang tersebut lalu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok sebelum harga-harganya naik.
Karena itu, Pegadaian biasanya menjadi ramai ketika mendekati Hari Raya Lebaran. Selain banyak orang yang menggadaikan barangnya untuk ditebus lagi ketika mendapatkan THR, Pegadaian juga sering dikunjungi masyarakat yang ingin pulang mudik ke kampung. Yah, daripada disimpan di rumah, banyak orang memilih untuk menitipkannya di pegadaian.
Wawancara Dengan Pemuda Yang Menembak Mati Khadafi

Sanad Sadegh al-Aribi, pemuda yang menembak mati diktator Libya, Muammar Qaddafi, kepada Fars News memaparkan bagaimana ia memutuskan untuk membunuh Qaddafi.
Berikut ini perincian wawancara Fars News dengan al-Aribi:
Qaddafi Memalukan Bangsa Libya
Fars: Perkenalkan diri Anda.
Al-Aribi: Sanad Sadegh Al-Aribi, kelahiran Benghazi tahun 1989 di wilayah Hay al-Majuri, sekarang saya tinggal di kota ini. Saya belajar sampai kelas tiga SMP, dan setelah itu, karena ayah saya sudah tua dan keluarga saya yang miskin, saya terpaksa bekerja dan meninggalkan sekolah.
Fars: Sejak kapan Anda bergabung dengan pasukan revolusioner dan apa motivasi Anda?
Al-Aribi: Saya hidup di kota Benghazi dan seperti yang Anda tahu, percikan pertama revolusi berasal dari kota itu. Oleh karena sedemikian besar kebencian saya kepada Qaddafi dan keluarganya, pada hari-hari pertama saya bergabung dengan para pemuda revolusioner dan mengangkat senjata melawan Qaddafi.
Fars: Apa alasan kebencian Anda kepada Qaddafi dan keluarganya?
Al-Aribi: Anda harus menjadi orang Libya agar dapat memahami kebencian kami. Sudah selama 42 tahun dia berkuasa di negeri ini dan telah melakukan tekanan politik dan agama terburuk kepada bangsa ini. Pada masa kepemimpinan Qaddafi, Libya telah menjadi tertawaan dunia. Karena dia (Gaddafi) gila dan membuat malu bangsa dengan melontarkan pernyataan dan bertingkah memalukan. Dia adalah seorang diktator tulen yang selama 42 tahun telah membunuh ribuan warganya sendiri.
Fars: Itu alasan Anda membenci Qaddafi, bagaimana dengan keluarganya?
Al-Aribi: Keluarga dan anak-anaknya, lebih buruk dari Qaddafi. Mereka dengan seenaknya membunuh siapa saja yang mereka tidak sukai, jutaan uang rakyat yang menderita ini mereka hamburkan untuk berfoya-foya di bar-bar Eropa. Seif al-Islam misalnya, membayar lima juta dolar kepada seorang penyanyi Amerika untuk tampil semalam. Apakah orang seperti ini tidak berhak untuk dibenci?
Fars: Anda sekarang disebut sebagai pahlawan di Libya, mengapa?
Al-Aribi: Karena saya yang membunuh Qaddafi.
Qaddafi Ditinggal Sendirian
Fars: Dapat Anda ceritakan kembali perinciannya?
Al-Aribi: Kota Sirte telah jatuh (ke tangan pasukan revolusi). Saya anggota Brigade Benghazi. Bersama dengan beberapa teman, kami memisahkan diri dari brigade dan mulai mencari para pendukung Qaddafi dari rumah-ke rumah. Kami tidak menemukan apapun. Saya usulkan kepada teman-teman untuk pergi ke wilayah al-Hadra. Ketika kami sampai di sana, kami melihat Qaddafi. Saya mengenalnya dari rambut belakangnya yang acak-acakan. Dia bersama dengan beberapa orang sedang melarikan diri. Saya langsung berlari mengejar. Orang yang bersama Qaddafi langsung melarikan diri ketika melihat saya bersama teman-teman saya sedang mengejar. Mereka meninggalkan Qaddafi sendirian. Saya menarik rambut Qaddafi dan menamparnya keras sekali.
Fars: Apa yang dikatakan Qaddafi kepada Anda?
Al-Aribi: Qaddafi mengatakan bahwa saya adalah putranya. Lalu saya kembali menamparnya. Qaddafi kembali mengatakan dirinya seperti ayah saya, mengapa saya memukulinya. Saya sedemikian gugup waktu itu sehingga saya tidak sanggup berbicara. Oleh karena itu saya memaksanya berbaring di atas tanah dan saya mengikatnya kemudian memasukkannya ke dalam kendaraan. Saya ingin membawanya ke kota Benghazi.
Fars: Berarti Anda menangkap Qaddafi dalam keadaan hidup?
Al-Aribi: Iya, dia masih hidup.
Fars: Apakah Anda menembak ketika menangkapnya?
Al-Aribi: Tidak, kami hanya menembak ke udara, dan setelah itu seperti yang saya bilang, saya hanya menarik rambutnya dari belakang.
Fars: Setelah Anda naikkan Qaddafi ke dalam mobil, apa yang terjadi?
Al-Aribi: Saya dan teman-teman saya ingin membawanya ke Benghazi. Qaddafi saya letakkan di atas kap mobil. Akan tetapi teman-teman saya berteriak bahwa kami telah menangkap Qaddafi. Sebab itu , semua orang tahu bahwa mobil kami mengangkut Qaddafi. Brigade revolusoner lainnya menyetop mobil kami. Mereka menyeret turun Qaddafi dari mobil dan memukulinya. Saat itu, masing-masing dari mereka berupaya membawa Qaddafi ke kota mereka masing-masing. Namun saya mengatakan bahwa saya yang menangkapnya dan dia harus dibawa ke Benghazi. Akan tetapi pasukan dari brigade lain tidak terima. Mereka ingin membawa Qaddafi ke Misratah. Saya marah lalu saya menarik pistol saya dan membunuhnya.
Fars: Bagaimana Anda membunuhnya?
Al-Aribi: Dengan pistol saya, saya tembakkan dua peluru ke perut dan dadanya dan di situ saya mengatakan bahwa Qaddafi mati di sini atau pergi ke Benghazi dengan saya.
Fars: Apakah saat itu juga dia meninggal?
Al-Aribi: Tidak, setelah itu kami memasukkannya ke dalam ambulans, akan tetapi dia mati dalam perjalanan.
Fars: Dalam banyak foto kami melihat bahwa Qaddafi bersembunyi di sebuah lubang kecil dan tewas di sana?
Al-Aribi: Berita itu tidak benar, Qaddafi tidak bersembunyi di dalam lorong itu. Tetapi sebelumnya dia menggunakan lubang tersebut untuk bersembunyi. Meski lubang itu tidak jauh dari tempat saya menangkap Gaddafi, tapi dia tidak dalam lubang itu saat saya tangkap.
Fars: Baju apa yang dikenakan Qaddafi dan apa saja yang dibawanya?
Al-Aribi: Ketika saya tangkap dia mengenakan baju militer berwarna cokelat dan membawa sebuah pistol emas yang nantinya pistol itu dibawa oleh Brigade Misrata. Juga membawa dua cincin emas yang salah satunya terukir nama istrinya. Baju dan cincin Qaddafi itu saat ini ada di tangan saya dan insya Allah beberapa hari lagi saya akan menyerahkannya kepada museum Tripoli.
Fars: Apakah Anda pernah membayangkan bahwa suatu hari Gaddafi akan tewas di tangan Anda?
Al-Aribi: Saya yakin bahwa Qaddafi akan tewas dan kami akan menang, tapi tidak, saya tidak pernah membayangkan bisa membunuh Qaddafi.
Fars: Apakah tidak lebih baik Qaddafi diadili?
Al-Aribi: Pengadilannya memang baik dalam beberapa hal, tapi pada akhirnya saya membunuhnya, mungkin ini lebih baik bagi rakyat Libya.
Fars: Mengapa Anda berpedapat kematian Qaddafi lebih baik bagi rakyat Libya?
Al-Aribi: karena jika dia tertangkap dan dipenjara, maka para pendukungnya akan terus berharap dapat membebaskannya dan kami akan kembali berperang. Negara kami akan tidak aman. Akan tetapi setelah kematiannya, maka mereka sudah tidak memiliki harapan lagi.
Fars: Sebagian pihak berpendapat bahwa kematian Qaddafi adalah keinginan Barat sehingga dia tidak diadili, bagaimana menurut Anda?
Al-Aribi: Saya tidak tahu apakah itu kemauan Barat atau tidak, akan tetapi saya secara kebetulan membunuhnya. Seperti yang saya katakan, saya hanya ingin membawanya ke kota Benghazi, mereka mencegah saya maka saya langsung membunuhnya.
Fars: Jika seandainya Anda bertemu Qaddafi untuk kedua kalinya, apakah Anda tetap akan membunuhanya?
Al-Aribi: 100 % akan tetapi mungkin kali ini saya hanya akan menembakkan satu peluru saja. Satu peluru saja dan itu di kepalanya.
Fars: NATO mengklaim bahwa Qaddafi tewas karena bombardir udaranya, bagaimana menurut Anda?
Al-Aribi: Bohong!
Qaddafi Membunuh Paman Saya
Fars: Ketika Anda menembak Qaddafi, apa yang terlintas dalam benak Anda?
Al-Aribi: Semua kejahatan dan kezalimannya selama 42 tahun. Qaddafi menghukum mati salah satu paman saya tanpa sebab. Ketika saya menembaknya, saat itu saya merasa paman saya tersenyum.
Fars: Jika Anda melihat Hosni Mubarak atau diktator lainnya, apakah Anda juga akan membunuh mereka?
Al-Aribi: Tidak, karena saya percaya bahwa setiap diktator harus mati di tangan rakyatnya. Saya ingin Mubarak mati di tangan rakyatnya dan Ali Abdullah Saleh mati di tangan rakyat Yaman.
Fars: Apakah Anda tidak khawatir NATO akan berkuasa di negara ini menggantikan Qaddafi?
Al-Aribi: Saya meyakini tekad bapak Abdul Jalil (Ketua Dewan Transisi Nasional NTC) dan saya yakin dia tidak akan menerima pemerintahan boneka.
Kemenangan Rakyat Libya Bukan Karena NATO
Fars: Apakah kemenangan revolusioner Libya berkat NATO?
Al-Aribi: Sebagian operasi anti-Qaddafi memang mereka yang melakukan, tetapi kemenangan Libya berkat perjuangan rakyatnya.
Fars: Beberapa waktu terungkap dokumen bahwa sebuah perusahaan Inggris telah menandatangani kontrak dengan Libya di sektor minyak.
Al-Aribi: Seperti yang telah saya katakan, saya meyakini tekad Abdul Jalil, dan bahwa dia tidak akan menerima pengkhianatan terhadap Libya.
Fars: Apa harapan Anda sebagai seorang revolusioner?
Al-Aribi: Sebuah negara yang bebas dan demokratis di mana hak seluruh rakyatnya terjaga.
Fars: Sebelumnya bapak Abdul Jalil mengumumkan bahwa Dewan Transisi Nasional (NTC) akan memberi hadiah jutaan dolar kepada orang yang mambunuh Qaddafi. Apakah Anda sudah menerima hadiah itu?
Al-Aribi: Belum, jika saya terima, akan saya kembalikan kepada negara.
Jelas sudah sekarang siapa pembunuh Khadafi dan mengapa rakyat Libya begitu bencinya terhadap Khadafi
Kotor, UNESCO Ancam Coret Candi Borobudur dari Daftar Warisan Budaya Dunia

Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Alasannya candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kotor dan tidak terawat.
Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO usai pemugaran 1973-1983 silam tersebut kini terlihat kusam dan kotor. Sampah pengunjung terlihat di sana sini. Bahkan di beberapa sudut bau kencing sangat menyengat.
Kepala unit Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno mengatakan sehubungan dengan adanya ancaman PBB tersebut, pihak pengelola segera melakukan beberapa langkah pembenahan. Salah satunya adalah membenahi masalah kebersihan di lingkungan candi. Namun untuk menjaga kebersihan kompleks candi yang begitu luas, diperlukan peran serta kesadaran masyarakat pengunjung candi.
Sangat disayangkan dan memalukan jika ancaman pencabutan status dari UNESCO tersebut sampai terlaksana hanya karena kita tak mampu merawat. Tapi semuanya itu kembali tergantung pada kesadaran masyarakat Indonesia sendiri.
Membaca berita ini speechless cuma bisa bilang prihatin mengingat Candi Borobudur adalah salah satu kebanggaan dari negara kita. Bisa-bisanya menjadi sangat kotor dan seperti tidak terawat. Apalagi selain sebagai tempat wisata dan merupakan kebanggaan bagi negara kita, candi borobudur juga merupakan tempat ibadah bagi teman-teman yang beragama Buddha. Coba jika yang buang sampah sembarangan mendapat perlakuan yang sama juga di tempat ibadahnya / rumahnya, gimana perasaannya.
Sangat miris memang namun hal ini bisa menjadi logis juga apabila melihat kebiasaan kebanyakan masyarakat kita yang sangat senang membuang sampah sembarangan. Seenak sendiri dan tidak peduli akan lingkungan. Hanya bisa berharap pemerintah daerah setempat dan pihak pengelola bisa menangani masalah ini dengan baik dan bisa tegas, sediakan tempat sampah yg banyak, bila perlu ada pengawasan yang ketat, misalnya di temui ada yg membuang sampah sembarangan hendaknya langsung diberi teguran namun dengan cara yang baik dan ramah tentunya.
Jum’at 22 Oktober 2011 Pukul 02.15 Pagi

Jam sudah menunjukkan pukul 02:15 pagi, mata sudah sangat mengantuk, dinginnya AC juga sangat mendukung, tapi hati ini masih tetep berontak, masih tetap ingin terjaga. Sangat sayang rasanya melewatkan malam ini begitu saja dengan tidur seperti biasa mengingat malam ini adalah malam sabtu. Memang ada apa dengan malam sabtu?
Malam sabtu dan malam minggu adalah dua malam yang spesial, malam yang ditunggu-tunggu, malam yang berbeda dibanding malam-malam lainnya (lebaydotcom). Kalau biasanya setelah capek menghabiskan seharian full di kantor, masih harus dilanjut dengan kuliah di malam hari, dan setelah selesai kuliah mesti segera tidur karena besoknya mesti cepat bangun supaya tidak telat ke kantor untuk menghabiskan another full day, tidaklah demikian halnya yang terjadi di dua malam ini, malam sabtu dan atau malam minggu. Di dua malam ini saya tidak kuliah malam. Juga tidak ada kewajiban mesti cepat-cepat bangun besok paginya karena kita tidak berangkat ke kantor pada hari sabtu dan atau hari minggu. Di antara malam-malam dalam seminggu, cuma di dua malam inilah bisa benar-benar bersantai dan berlibur. Melepas penat dan menyenangkan diri setelah seminggu penuh rutinitas yang melelahkan (lebaydotcom lagi)
All I want is to have fun di malam ini dan aku ingin malam ini lama berakhir. Mengisinya dengan melakukan apa-apa yang kusukai sebebas-bebasnya. Menghilangkan semua beban-beban sebersih-bersihnya dari dalam pikiran. Oh malam sabtu, jangan segera berakhir please dan malam senin, ga usah buru-buru gitu lah datangnya hehe. Haha.. I really have no idea what this is that I ‘m writing but this is really true what I feel sebelum akhirnya benar-benar tertidur sepertinya sebentar lagi mengingat mata yang sudah tinggal 5 watt dan ini mulut yang ga mau berhenti menguap wkwk
Jenis-jenis Produk Simpanan Bank

Siapa yang tidak tahu bank? Setiap orang rasa-rasanya, apalagi yang hidup di perkotaan pastilah pernah berurusan dengan bank. Namun apabila ditanya apa-apa saja produk yang dijual oleh bank, produk-produk simpanan dan produk-produk pinjamannya, saya yakin tidak semuanya bisa menjawab
Oleh karena itu dalam tulisan kali ini saya akan membahas sedikit tentang apa itu bank, dan apa saja produk-produk yang dijual oleh bank, terutama produk simpanannya. Dengan demikian harapannya pengetahuan kita bersama tentang bank bisa bertambah dan kita bisa mendayagunakan produk-produk itu semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan kita.
Ok mari kita mulai, bank secara prinsipnya adalah lembaga yang bisnis utamanya untuk menyimpan dan meminjam dana dari masyarakat. Sebagai contoh, kalau kita menyimpan uang di bank (misalnya deposito), kita mungkin akan mendapatkan suku bunga 5 persen per tahun. Pada gilirannya, bank akan meminjamkan uang itu ke masyarakat, dan pihak yang meminjam uang itu harus membayar bunga kepada bank yang lebih tinggi dari 5 persen tersebut. Selisih persentase itulah yang menjadi keuntungan bank (keuntungan kotornya).
Karena bisnis utama bank adalah sebagai lembaga penyimpanan dan peminjaman uang, maka produk perbankan dapat dibedakan menjadi dua: produk-produk simpanan dan produk-produk pinjaman. Dalam tulisan kali ini saya akan membahas lebih dahulu produk-produk simpanan di bank dan bagaimana memaksimalkan manfaatnya. Sedangkan untuk yang produk-produk pinjaman akan dibahas di tulisan lainnya kelak.
1. GIRO
Rekening Giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap hari, di mana rekening ini dilengkapi fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet. Bila kita bertransaksi dengan pihak lain, maka kita bisa membayarnya dengan menggunakan cek atau giro bilyet. Cek adalah surat berharga di mana orang yang kita beri cek ini bisa langsung menguangkannya di bank. Sedangkan giro bilyet adalah surat berharga di mana orang yang kita beri giro tersebut tidak bisa menguangkan giro itu di bank, tapi harus disetorkan lebih dulu ke rekeningnya. Barulah setelah itu uang akan cair di dalam rekeningnya.
Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. Kalaupun ada bank yang memberikan bunga, maka bunga itu biasanya kecil dan sering disebut dengan istilah “jasa giro”. Biasanya bank memberikan jasa giro maksimal sebesar 1 – 2 persen dari jumlah saldo (biasanya) terendah yang menjadi ketentuan minimal dalam sebulan.
Minimal setoran untuk rekening giro berbeda-beda pada tiap bank. Tapi pada saat ini, jumlah setoran terkecil adalah Rp 250.000 (untuk rekening giro perorangan) dan Rp 500.000 (untuk rekening giro perusahaan).
Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari rekening gironya tiap bulan.
Dengan memiliki rekening giro, setiap bulan kita akan mendapatkan rekening koran (semacam laporan rutin) yang dikirimkan ke alamat kita tiap bulan. Di dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.
2. TABUNGAN
Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank. Tidak hanya di satu bank, tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja, tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebenarnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. Contohnya seperti fasilitas debet, fasilitas ATM, transfer, dan lain sebagainya.
Jadi kalau dilihat, tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.
Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan kita. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama, misalnya jika setoran awal adalah Rp 25.000 maka saldo minimal juga Rp 25.000. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta.
Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan kita, apakah bank memperbolehkan nasabah tabungannya melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga kita bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan kita tersebut.
Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang, sehingga nasabah semakin rajin menabung. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo rata-rata harian pada bulan tersebut. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya, berapa pun jumlah uang kita di tabungan bunganya tetap sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda, bunga yang diberikan tidak sama. Biasanya, semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi.
Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.
3. DEPOSITO
Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Sebagai contoh, kalau kita menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan, maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa kita ambil setelah 3 bulan berlalu. Tentunya, kita juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa kita nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo.
Bunga deposito biasanya lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Kalau suku bunga tabungan sekitar 1-3 persen, suku bunga deposito bisa sekitar 5-6 persen pertahun. Ini karena uang kita akan “dikunci” selama jangka waktu tertentu sehingga bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan yang uangnya bisa kita tarik kapan saja. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito.
Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal setoran untuk penempatan deposito lebih besar, besarnya pada tiap bank bervariasi, tapi saat ini yang paling minimal adalah sebesar Rp 500.000.
Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan, karena jarangnya transaksi melalui rekening deposito. Walaupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari bunga deposito yang kita dapatkan.
Demikian sedikit tentang bank dan produk-produk simpanannya, semoga bermanfaat
Menabung Itu Mudah, Ayo Mulai

Siapa sih yang tidak ingin menabung. Setiap orang pasti ingin punya tabungan apapun ceritanya. Mengingat tidak satupun orang yang mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok, atau ekstrimnya beberapa detik kemudian, sehingga untuk kejadian-kejadian yang bisa dikatakan memiliki dampak atau akibat yang besar/massive terkait dengan keuangan dan kehidupan perlu ada persiapan. Nah salah satu bentuk persiapan itu adalah tabungan. Masalahnya dalam prakteknya, penghasilan sering habis untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang kita lakukan sehingga tidak ada sisa untuk ditabung, bahkan terkadang bisa defisit. Beli ini beli itu, kebutuhan yang terus-menerus bertambah, harga-harga semakin mahal, dan lain-lain mengakibatkan kita sangat kesulitan untuk menabung. Hampir semua orang pasti akan mengalaminya namun apakah hal ini akan membuat niat kita untuk menabung menjadi surut?
Tentunya tidak bukan. Kalau kita menginginkan sesuatu kemudian dalam perjalanan kita menemukan hambatan, apakah kita akan langsung menyerah begitu saja terhadap hambatan tersebut? Tentunya tidak bukan. Kita akan mencari cara bagaimana mengatasinya, berbagai macam cara sampai hambatan tersebut bisa dilalui.
Nah kembali ke masalah di atas, penghasilan yang selalu habis untuk pengeluaran bahkan terkadang defisit sehingga mengakibatkan kita kesulitan untuk menabung, apakah kita akan menbiarkannya terus-menerus begitu saja dan langsung menyerah, sehingga membiarkan waktu kita terus berlalu dan berlalu setiap tahunnya tanpa menabung?
Saya akan beberkan salah satu cara untuk mengatasi hambatan tersebut di atas. Kalau selama ini kita selalu membelanjakan dahulu penghasilan kita sehingga selalu kehabisan uang untuk ditabung, kenapa sekarang tidak membalik proses itu?
Ketika kita mendapatkan gaji, sisihkan terlebih dahulu sebagian uangnya untuk ditabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Otomatis kita memiliki tabungan bukan
Bila kita melakukan hal itu, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menabung. Yah, mungkin saja uang yang bisa kita belanjakan jadi berkurang. Tapi itulah konsekuensinya: Kita perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa-masa yang tidak terduga kelak.
Sebagai contoh, penghasilan kita tadinya adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, kita biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan kita menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran kita cuma tinggal Rp 900 ribu per bulan.
Bila kita merasa jumlah itu tidak cukup, maka mau tidak mau kita harus melakukan salah satu atau kedua-duanya dari pilihan berikut: 1) Meningkatkan pendapatan sehingga bisa cukup seperti dengan mencari penghasilan lain, sampingan, usaha lain dan sebagainya. Atau 2) Menekan dan mengurangi pengeluaran, yang bisa kita lakukan dengan memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan wajib dan mendesak terlebih dahulu, dan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak wajib, tidak mendesak dan atau bisa ditunda.
Terserah kita, mana yang hendak kita pilih. Yang terpenting, kita harus menabung dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin kita. Have fun menabung
Pengantar Kategori Keuangan di Blog ini
.jpg)
Dunia keuangan adalah dunia yang sangat menarik. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya uang. Bisa kita katakan apapun butuh uang. Oleh karena itu pengetahuan tentang keuangan yang baik sangatlah penting bagi setiap orang.
Dunia keuangan juga adalah dunia yang terus berkembang. Produk-produk keuangan baru terus bermunculan. Begitu juga dengan istilah-istilah baru. Setiap orang dituntut untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan masalah keuangan. Oleh karena itu dalam blog saya ini, saya akan coba membahas sedikit kalau tidak bisa dibilang sekilas tentang dunia keuangan. Saya akan mulai dari dasar-dasar terlebih dahulu kemudian beranjak sedikit demi sedikit ke yang lebih lanjutnya.
Dengan membahas dan mempelajari dunia keuangan, saya berharap pengetahuan tentang keuangan bagi saya yang pengetahuan keuangannya masih minim ini akan meningkat dan tentunya juga bagi para pembaca yang membaca blog saya ini
Melek Finansial

Memiliki uang tanpa memiliki kecerdasan finansial hanya akan mengakibatkan uang yang kita miliki cepat habis. Padahal setiap orang tentunya tidak ada yang mau kehabisan uang bukan
Oleh karena itu melek finansial adalah sesuatu yang wajib jika menginginkan hidup yang lebih baik. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa yang penting dalam hidup ini bukanlah seberapa banyak uang yang kita hasilkan, tapi seberapa banyak yang kita simpan atau tabung. Tidak ada gunanya punya penghasilan besar, gede, apabila semuanya habis untuk pengeluaran tanpa menyisakan sebagian darinya untuk disimpan
Kesulitan finansial adalah ketika kita kesulitan untuk membedakan antara aset dengan liabilitas. Aset adalah sesuatu yang menghasilkan uang atau mengalirkan uang ke dalam kantong kita sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mengurangi atau menghabiskan uang di kantong kita. Contoh aset: tanah, saham, property, deposito. Liabilitas: makan-minum, pakaian, nonton bioskop, dll. Mau menjadi kaya, habiskan hidup anda untuk membeli aset. Mau menjadi miskin, habiskan hidup anda membeli liabilitas
Pulau Komodo menjadi jagoan Indonesia dalam ajang tujuh keajaiban alam baru dunia atau New7Wonders of nature. Pulau di Nusa Tenggara Timur itu adalah habitat asli Komodo.