Aturan Kartu Kredit Baru Resmi Meluncur

Bank Indonesia (BI) akhirnya resmi meluncurkan revisi Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) akhir pekan lalu. Beleid dengan nomor 14/2/PBI/2012 tertanggal 6 Januari 2012 tersebut menggantikan PBI APMK tahun 2009.
Peraturan yang direncanakan terbit paling cepat pada November 2011 tersebut memperketat sejumlah hal terkait penggunaan kartu kredit. Pertama, untuk kepemilikan kartu utama, pemegang kartu minimal harus 21 tahun atau telah kawin dan minimum berusia 17 tahun atau telah kawin untuk kartu tambahan.
Kedua, minimum pendapatan Rp 3 juta per bulan. Ketiga, maksimal plafon kredit adalah 3 kali pendapatan per bulan dan penerapannya berlaku secara industri. Keempat, calon pemegang kartu yang pendapatan per bulannya kurang dari Rp10 juta dikenakan pembatasan plafon serta pembatasan perolehan kartu kredit maksimum dari 2 penerbit.
Kelima, calon pemegang kartu yang pendapatan per bulannya Rp 10 juta ke atas tidak dikenakan pembatasan jumlah plafon dan kartu dari 2 penerbit sehingga analisis kredit sepenuhnya diserahkan kepada Bank. Keenam, maksimum bunga kartu kredit 3 persen per bulan.
Ronald Waas, Direktur Direktorat Sistem Pembayaran dan Akuntansi BI yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, sebelumnya mengungkapkan beleid baru ini juga melarang praktik bunga ber bunga kartu kredit. Selain itu, sejalan dengan PBI alih daya, BI juga akan membuat surat edaran mengenai etika penagihan utang kartu kredit.
Setelah membuat kategorisasi, kata Ari, BI menetapkan masa jatuh tempo yang berbeda-beda. Untuk kegiatan investasi, tenornya cukup dua atau tiga bulan. Adapun untuk pembiayaan produktif bisa dibuat lebih panjang.
Kepala Biro Penelitian, Pengembangan, dan Pengaturan Perbankan Syariah BI Tirta Segara mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan semua masukan dari perbankan. Saat ini kajian masih berlangsung.
Bank sentral menargetkan surat edaran akan terbit pada akhir Januari ini. ”Untuk besar plafon ini, kami sedang merekap statistik di bank syariah. Kami ingin tahu, kebutuhan di masyarakat itu seperti apa,” terangnya.
BI: Kartu Kredit Tidak Boleh Bunga Berbunga

Bank Indonesia telah melakukan penyempurnaan dalam Peraturan Bank Indonesia mengenai Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). Dalam aturan tersebut, penerbit kartu kredit tidak boleh menerapkan bunga berbunga.
Bunga hanya dikenakan untuk pokok yang benar-benar harus dibayar, yang ditunggak. Denda (charges), materai dan iuran (fee) tidak boleh kena bunga.
Pada praktik bunga berbunga, nilai pokok utang naik terus setiap bulan karena tambahan-tambah yang disebutkan di atas. Pasalnya, nilai pokok utang yang seharusnya sama di bulan berikutnya sudah kena tambahan fee/charge maupun materai. Nilai pokok utang yang baru inilah kemudian yang dikalikan lagi dengan bunga kartu kredit per bulan.
Menurut PBI yang akan berlaku mulai 1 Januari 2013 ini, penghitungan hari bunga untuk transaksi pembelanjaan ditetapkan berdasarkan tanggal posting atau settlement antara bank dan merchant. Sementara untuk transaksi tarik tunai, penghitungan hari bunga ditetapkan berdasarkan tanggal penarikan.
Hal yang perlu diperhatikan juga adalah bunga hanya dapat dikenakan jika pemegang kartu tidak melakukan pembayaran, tidak membayar penuh, atau melakukan pembayaran penuh tapi setelah tanggal jatuh tempo.
Untuk menginformasikan tagihan ini, penerbit kartu dapat melakukannya secara elektronis (online), dengan penyampaiannya tidak boleh dari lebih dari tiga hari kalender setelah tanggal cetak tagihan. Untuk penyampaian secara fisik, waktu penyampaiannya tidak boleh lebih dari lima hari kalender setelah tanggal cetak tagihan. “(Jadi) issuer boleh kenakan bunga hanya pada bagian yang benar-benar menunggak.
Dikutip dari kompas
Presiden Nilai Walikota Membangkang Perintah Buka Segel Gereja Yasmin
KBR68H, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganggap Wali Kota Bogor Diani Budiarto tidak mematuhi perintahnya untuk membuka segel gereja milik jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengklaim, Presiden Yudhoyono telah berkali-kali meminta agar Wali Kota Bogor agar menjalankan putusan Mahkamah Agung. Namun, perintah itu tak digubris sehingga masalah itu semakin berlarut-larut.
“Dalam kerukunan umat beragama itu hendaknya semua pihak menghormati dan menjalankan apa yang telah menjalankan amar putusan MA. Bahwa mereka (GKI Yasmin) itu memang harus diberikan hak. Tinggal sekarang permasalahannya mengapa ini menjadi berlarut-larut. Ini harus dijelaskan oleh pihak-pihak yang menentang. Terutama diwakili oleh para tokoh dan umat beragama di sana kemudian oleh pemerintah daerah setempat.“
Juru Bicara Presiden Julian Adrin Pasha mengakui ada sejumlah kasus kebebasan beragama yang terganggu. Namun dia mengklaim, Presiden Yudhoyono telah memerintahkan Menteri Agama dan lembaga pemerintahan lainnya untuk menyelesaikan masalah itu.
Sebelumnya, Lembaga Setara Institute mencatat Presiden Yudhoyono telah 19 kali berpidato untuk menyampaikan pesan toleransi sepanjang tahun ini. Namun pelanggaran terhadap kebebasan beragama justru meningkat. Presiden Yudhoyono pun dicap lebih gemar berpidato daripada fokus menyelesaikan masalah tersebut.
Investigasi GKI Yasmin. Wawancara Terhadap Orang-orang yang Berkepentingan.
Dari keterangan para saksi, sampai penjelasan warga sekitar.
Beberapa quote:
Dr. Ibnu Tricahyo, Ombudsman RI
Ijin mendirikan IMB itu dilakukan kemarin tahun 2002, kemudian tahun 2005 sudah turun rekomendasi walikota, 2006 bulan Juli, ijinnya terbit. Tetapi bulan oktober 2006 ada sosialisasi. Di daftar hadir sosialisasi itulah yang menjadi alasan pemalsuan. Padahal sosialisasi itu ga ada hubungannya dengan IMB.
Munir Karta
Dan itu atas permintaan dari kelurahan, terus saya suruh tanda tangan. Itu pun yang tanda tangan semua warga saya. Maaf, saya belum pernah memalsukan tanda tangan itu. Dan itu atas perintah kelurahan. Dan yang absen atau pulang lebih awal ditandatangani oleh staf lurah.
Warga Curug Mekar
TVOne: Kalau ada anggapan bahwa tanda tangan bapak dipalsukan pak munir, itu benar ga pak?
Warga: Tidak benar itu pak. Sebab begini.. Saya itu kan sudah tanda tangan, saya kan jadi saksi disana. Itu tidak benar itu.
TVOne: Apakah bapak setelah melihat itu memang tanda tangan bapak?
Warga: Betul.. Betul sekali.
Ujang Sujai
Mereka itu atas dasar, yang terungkap di persidangan itu, atas dasar ditakut takutin oleh salah seorang pimpinan forkami. Bahwa mereka kalau tidak membuat pengaduan ke polisi dan mengaku tanda tangannya palsu akan diazab oleh Allah karena ikut mendirikan gereja
Entis – Ketua RT7 yang “katanya” warganya demo dan dipalsukan tanda tangannya
TVOne: Nah lalu, kalau misalnya kemarin, sempat ada yang demo mengatas namakan warga. Ini sebenarnya yang demo itu warga RT7 atau bukan?
Entis: Mungkin kalau warga sekitar mungkin ada. Tapi kalau khususnya RT7, tidak ada. Kalau ga percaya, silahkan tanya masing masing.
TVone: Mungkin kalau ada, kaka atau abang disini yang ikut demo pembangunan ga sih?
Warga RT7: Ga ada pak, ga ada..
TVOne: Jadi sebenarnya ga bermasalah?
Warga RT7: Tidak pak..
Entis: Saya bukan ngebelain gereja, bukannya menyurutkan orang yang anti gereja. Lebih menyangkut ke warga saya pribadi. Saya menjamin kalau tidak ada yang ikut ikut demo ke situ.
KH Mustofa, putra KH Abdullah Bin Nuh
Rumah ibadah tersebut berdiri di jalan yang mencantumkan tokoh Islam barangkali tidak perlu dijadikan sandaran. Sebab berapa banyak mesjid yang berdiri di jalan yang menyandang nama tokoh agama lain.
Dan setahu kami, tidak ada anggota keluarga lain, khususnya para putra yang tinggal di tempat ini yang menyatakan keberatan.
Sumber: Telusur TVOne
Komentar saya: Sampai berapa lama lagi penzaliman ini dibiarkan?
Hari Natal yang Disyukuri dan Digugat

Sekalipun ada yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia dan pernah tinggal di Yudea dan lahir di Betlehem yang dikenal sebagai peristiwa Natal, sejarah dunia mencatat bahwa itu terjadi sekitar tahun ‘0’ dalam penanggalan Gregorian yang dikaitkan dengan kelahiran Yesus. Bukan tanpa arti kalau dunia mengakui bahwa sebelum tahun ‘0’ disebut sebagai BC (Before Christ) dan sesudahnya disebut AD (Anno Domini = Tahun Tuhan) atau bila digabung mengungkapkan bahwa Yesus adalah ‘Kristus dan Tuhan.’ Sekalipun ada usaha menghilangkan arti religious dari ‘BC’ yang diganti BCE (Before Common Era) dan ‘AD” diganti CE (Common Era), namun baik siaran internasional Discovery, BBC, maupun National Geographc masih sering menggunakan istilah ‘BC’ dan ‘AD.’
Hari Natal Pertama
Hari Natal pertama tercatat secara jelas dalam Kitab Injil Matius 1:18-2:11 dan Lukas 2:1-20, peristiwa mana terjadi ketika kaisar Agustus mengeluarkan perintah sensus dimana penduduk harus mendaftar ulang di tempat asal kelahiran mereka. Dari sejarah kita mengetahui bahwa kaisar Agustus memerintah sekitar tahun 30sM – 14M. Namun, kapan ia mengadakan sensus?
Dari data Alkitab kita mengetahui bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, Yudea diperintah oleh raja Herodes Agung (37 – 4sM) yang kejam bahkan sampai hati ia memerintahkan membunuh bayi-bayi di Betlehem (Mat.2:16-18). Dari data ini kita dapat mengetahui bahwa waktunya tidak lebih lambat dari tahun 4sM, dan karena Herodes meninggal tidak lama setelah kelahiran Yesus, maka kemungkinan Yesus lahir antara tahun 6 – 4sM, dan bukan pada tahun 0 Gregorian.
Sekarang, pada tanggal dan bulan apa Yesus dilahirkan? Benarkah seperti yang dikatakan tradisi gereja yang menyebut tanggal 25 Desember? Kelihatannya bulan dan tanggal itu tidak tepat, soalnya pada bulan Desember – Januari, di Palestina, iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju, sehingga agaknya tidak mungkin ada bintang terang di langit dan para gembala bisa berada di padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Luk.2:8), demikian juga tentunya kaisar Agustus tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh kembali ke kota kelahiran dalam suasana dingin yang mencekam sehingga Maria yang hamil besar juga mesti melakukannya. Namun, kalau bukan bulan Desember bulan apa?
Ada pendapat selain bulan Desember itu, yaitu dikemukakan bahwa Yesus dilahirkan kemungkinannya di bulan Mei-Juni karena iklimnya menunjang. Berdasarkan Lukas 1:26 dimana dikatakan: “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.” Berdasarkan hal ini ada yang mengatakan karena di jaman Yesus bulan pertama itu bulan Maret, maka 6 bulan ke depan berarti bulan Agustus. Dari Agustus hitung 9 bulan Yesus dikandung maka jatuh antara bulan Mei-Juni. Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada bulanTishri (September – Oktober) yaitu pada hari Raya Pondok Daun, dimana iklimnya juga menunjang. Argumentasi ini didasarkan waktu penugasan imam besar Zakharia masuk ke Bait Allah adalah sekitar bulan Siwan (Mei – Juni) dan dengan memperhitungkan lama kandungan Elizabeth dan Maria, maka diperkirakan kelahiran Yesus terjadi pada sekitar Hari Raya Pondok Daun. Lalu mengapa diadakan pada tanggal 25 Desember?
Umat Kristen abad pertama tidak merayakan hari Natal, bagi mereka kekristenan berpusat pada rangkaian pengajaran Yesus, perjamuan malam menjelang hari penyaliban, dengan puncak kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang dikenal sebagai hari Paskah. Sejak abad-3 gereja Timur (Orthodox) merayakan hari ‘Epifani’ (manisfestasi) pada tanggal 6 Januari untuk merayakan hari pembaptisan Yesus di sungai Yordan yang sekaligus mencakup peringatan akan kelahiranNya. Perayaan Epifania masih dirayakan gereja Timur hingga kini dengan memberkati air baptisan dan sungai Yordan. Di gereja Barat, hari Epifani juga dirayakan untuk mengingat kunjungan para Majus, dan untuk mengenang peristiwa sekitar manifestasi kelahiran Yesus di Betlehem.
Mengapa 25 Desember ?
Pada tahun 274, di Roma kaisar Aurelius menetapkan dimulai perayaan hari kelahiran Matahari pada tanggal 25 Desember sebagai penutup festival saturnalia (17-24 Desember) karena diakhir musim salju Matahari mulai menampakkan sinarnya pada hari itu. Menghadapi perayaan kafir itu, umat Kristen umumnya meninggalkannya dan tidak lagi mengikuti upacara itu, namun dengan adanya kristenisasi masal di masa kaisar Konstantin, banyak orang Kristen baru di Roma masih merayakannya sekalipun sudah mengikuti agama Kristen. Kenyataan ini mendorong pimpinan gereja di Roma mengganti hari perayaan ‘kelahiran Matahari’ itu menjadi perayaan ‘kelahiran Matahari Kebenaran’ dengan maksud mengalihkan umat Kristen dari ibadat kafir pada tanggal itu dan kemudian menggantinya menjadi perayaan ‘Natal’ sebagai pengganti perayaan ‘Epifani’ pada tanggal 6 Januari. Pada tahun 336, perayaan Natal mulai dirayakan tanggal 25 Desember. Ketentuan ini diresmikan kaisar Konstantin yang menjadi raja Kristen. Perayaan Natal pada tanggal 25 Desember kemudian dirayakan di Anthiokia (375), Konstantinopel (380), dan Alexandria (430), kemudian menyebar ke tempat-tempat lain.
Dari kenyataan sejarah tersebut kita mengetahui bahwa Natal bukanlah perayaan dewa Matahari, namun usaha pimpinan gereja untuk mengalihkan umat Roma dari dewa Matahari kepada Tuhan Yesus Kristus dengan cara menggeser perayaan tanggal 6 Januari (Epifani) menjadi 25 Desember (Natal), dengan maksud agar umat Kristen tidak lagi mengikuti upacara kekafiran Romawi yang berkaitan dengan dewa Matahari yang perayaan Saturnatlianya diadakan seminggu sebelumnya (17 s/d 24 Desember). Sejak itu pula umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan hari Natal dengan hari dewa Matahari, dan perayaan seminggu saturnalia juga tidak dirayakan dan juga asal perayaan Natal yaitu hari Epifani sudah diadakan jauh sebelum kaisar Aurelius menentukan ‘Perayaan Hari Matahari’ pada tanggal 25 Desember. Umat kristen umumnya merayakan empat minggu ‘Advent’ sebagai persiapan menuju hari kenangan menghadapi kenangan kehadiran Firman yang menjadi Daging itu yang dikenal sebagai hari Natal.
Makna Hari Natal Sebenarnya
Berdasarkan sejarahnya, maka tidak perlu mengkait-kaitkan hari Natal dengan hari Dewa Matahari dan umat kristen pun tidak pernah memikirkan atau menganggapnya begitu, apalagi sejak awal, kekristenan sudah menyebar kemana-mana diluar imperium Romawi dan jauh dari kota Roma dengan kepercayaan tradisional hari Mataharinya, dan inti Natal sudah mengerucut bukan lagi pada tanggal harinya, tetapi pada Allah yang telah mengaruniakan kita Anaknya yang tunggal melalui kelahiran Yesus di Bethlehem untuk menebus dosa umat manusia.
Memang pengaruh tradisi dalam sejarah selalu mempengaruhi kepercayaan seseorang, dan tidak ada satu agama pun yang bebas dari tradisi, agama yahudi pun sarat tradisi farisi, namun tugas umat dan gereja Kristen adalah mengusahakan agar makna Hari Natal tidak bergeser dari kenangan akan kelahiran sang juruselamat ke perayaannya yang sering dibumbui tradisi dan dongeng rakyat. Mengkait-kaitan hari Natal dengan Santo Nicholas juga tidak perlu berlebihan karena pemberian hadiah-hadiah kepada anak-anak oleh Santa Claus hanya merupakan salah satu ungkapan kasih Kristiani yang sebenarnya tidak berkaitan dengan hari Natal (pemberian hadiah bukan analogi hadiah orang majus melainkan ungkapan kasih Kristus kepada anak-anak), apalagi tradisi Natal sering dibumbui dengan tradisi mitos rakyat Norwegia mengenai dewa Odin yang biasa menaiki kereta ditarik 7 ekor rusa-kutub yang bisa terbang. Di negeri Belanda, Sinterklaas dirayakan pada tanggal 5 Desember yang bermotif perbudakan dengan budak zwarte piet yang membawa cambuk, di Amerika Serikatlah tradisi Natal dicampur-adukkan menjadi figur Santa Claus, dan didunia komersial perayaan Natal sudah menjadi hari libur dan belanja internasional dan menjadi bisnis besar dimana orang-orang saling memberi hadiah sebagai ungkapan kasih sayang di akhir tahun. Di Ginza, Tokyo-Jepang, disebuah supermarket baru-baru ini dibuat pohon natal emas padahal jimlah penduduk Jepang yang beragama Kristen kurang dari satu persen penduduk Jepang.
Berhubung gugatan akan tanggal Natal tidak menghadirkan alternatif tanggal yang tepat mengingat tidak ada catatan sejarah yang pasti, demikian juga berhubung gugatan akan tanggal hari Natal biasanya diajukan oleh para pengikut aliran sekte yang menolak Kristologi Alkitab dan Allah Tritunggal, maka gugatan damikian tidak perlu membingungkan kita karena inti Natal bukan pada Yesus lahir tanggal dan bulan berapa dan berapa umurnya sekarang, melainkan pada misinya yaitu Firman yang menjadi daging.
Tepat seperti yang ditulis oleh romo A. Heuken S.J. dalam ‘Ensiklopedi Gereja’ yang menyebutkan bahwa “Natal bukan ulang tahun Yesus, tetapi perayaan keagamaan Sabda Allah turun ke dunia,” dan yang penting “perayaan Natal terutama merupakan peringatan yang bermaksud supaya Kristus lahir di dalam hatinya dan agar tahun demi tahun hubungan pribadi itu berkembang, sehingga dengan demikian mengubah dirinya dari dalam hati.” Ia mengutip ucapan Angelus Silesius yang berbunyi: “Seandainya pun Jesus dilahirkan seribu kali di Betlehem, tetapi bukan di dalam hati, Anda tetap tidak diselamatkan.”
Kemuliaan dan kepujian bagi Allah yang mahatinggi, dan damai sejahtera dan sukacita Natal, dimana telah terjadi kelahiran sang Messias, juruselamat umat manusia, baik kalau kita renungkan dan syukuri dan rayakan bersama setahun-sekali, asalkan dalam kesederhanaan malam hari Natal pertama di Bethlehem. Jadikanlah Natal sebagai kenangan tahunan akan kelahiran Juruselamat umat manusia tanpa terikat pada tanggal 25 Desember karena umat kristen sudah terbiasa merayakannya sekitar bulan Desember sampai dengan Januari setiap tahun, tapi juga tidak menjadi soal kalau menyelenggarakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember karena ada baiknya agar terjadi keseragaman dikalangan umat kristen diseluruh dunia sambil mensyukuri kemuliaan dan kepujian bagi Allah dalam hidup persekutuan yang mendatangkan damai sejahtera dan sukacita bagi manusia yang dirayakan secara serentak dengan lagu-lagu Natal yang syahdu diseluruh muka bumi sebagai bentuk keesaan akan gereja yang am dan disebarluaskan melalui tayangan film, TV, iPod, Youtube, dan berbagai media komunikasi lainnya.
Sejarah Hari Keuangan Indonesia, 30 Oktober
Bagaimanakah kisah munculnya Hari Keuangan?

Di Indonesia, sejarah pengelola keuangan pemerintahan sudah ada sejak masa lampau. Tiap pemerintahan, dari zaman kerajaan sampai sekarang, memiliki pengelola keuangan untuk dapat melaksanakan pembangunan perekonomian di pemerintahannya. Pengelolaan keuangan pemerintahan disini meliputi semua milik pemerintahan atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu pemerintahan. Keuangan yang dikelola berasal dari masyarakat yang berupa upeti, pajak, bea cukai, dan lain-lain.
Sebagai bagian dari suatu pemerintahan, Kementerian Keuangan merupakan instansi pemerintah yang mempunyai peranan vital di dalam suatu negara untuk melakukan pembangunan perekonomian. Pembangunan ekonomi akan berjalan lancar apabila disertai dengan administrasi yang baik dalam pengelolaan keuangan negara. Peranan vital Kementerian Keuangan adalah mengelola keuangan negara dan membantu pimpinan negara dalam bidang keuangan dan kekayaan negara. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan dapat dikatakan sebagai penjaga keuangan negara (Nagara Dana Raksa).
Sebelum Kemerdekaan
Pengusiran Portugis oleh Belanda menjadikan Belanda mempunyai tempat untuk menancapkan kukunya di Hindia Belanda, dengan melimpahkan wewenang kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). VOC, yang pada saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen (1619-1623 dan 1627-1629), diberi hak octrooi yang salah satunya adalah mencetak uang dan melakukan kebijakan perekonomian. Sejak tahun 1600-an, VOC mengeluarkan kebijakan untuk menambah isi kas negara dengan menetapkan peraturan verplichte leverentie (kewajiban menyerahkan hasil bumi pada VOC), contingenten (pajak hasil bumi, pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah agar harganya tinggi, dan preangerstelsel (kewajiban menanam pohon kopi).
Pada bulan maret 1809, setelah menjual tanah weltevreden, pemerintahan Daendels memutuskan membangun sebuah istana yang berhadapan dengan lapangan parade Waterlooplein. Istana ini rencananya digunakan sebagai pusat pemerintahan dan dipakai untuk kepentingan gubernur jenderal, dalam rangka pemberian kebijakan. Selain itu, gedung ini juga difungsikan sebagai tempat tahanan. Sebagai pengganti Daendels, Gubernur Jansen kurang menaruh perhatian pada pembangunan gedung, sehingga selama masa jabatannya pembangunan gedung itu terlantar. Kemudian, pembangunan istana ini dilanjutkan oleh Letnan Kolonel J.C Schultze, perwira yang berpengalaman membangun gedung Societet Harmonie di Batavia. Namun, pembangunan istana sempat terhenti karena Hindia Belanda beralih kekuasan ke Inggris.
Pemerintahan Inggris melalui Thomas Stamford Raffles (1811-1816) mengeluarkan kebijakan baru dengan nama Landrent (pajak tanah), dengan mengubah pola pajak bumi yang diterapkan Belanda sebelumnya. Harapan Raffles mengeluarkan kebijakan tersebut, agar masyarakat Hindia Belanda memiliki uang untuk membeli produk Inggris. Pada intinya adalah memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan dan menyerap hasil produksi oleh penduduk. Kebijakan yang dilakukan Raffles mengalami kegagalan karena tidak adanya dukungan dari raja dan bangsawan setempat, dan penduduk kurang mengerti mengenai uang dan perhitungan pajak.
Hindia Belanda kemudian dikuasai kembali oleh Belanda setelah melalui kesepakatan Inggris- Belanda. Pada periode ini, perbaikan perekonomian mulai dilaksanakan. Jenderal Du Bus (1826), sebagai Gubernur Jenderal pada masa itu, melanjutkan pembangunan istana tersebut dengan bantuan Ir. Tromp, yang selesai pada 1828. Bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pemerintahan Hindia Belanda, yang diresmikan sendiri oleh Gubernur Du Bus. Di tahun yang sama, Du Bus juga mendirikan De Javasche Bank dengan alasan kondisi keuangan di Hindia Belanda dianggap memerlukan penertiban dan pengaturan sistem pembayaran.
Pada tahun 1836, atas inisiatifnya, van Den Bosch mulai memberlakukan cultuurstelsel (sistem tanam paksa) yang bertujuan untuk memproduksi berbagai komoditi yang memiliki permintaan di pasar dunia. Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka mengenalkan penggunaan uang di masyarakat Hindia Belanda. Cultuurstelsel dan kerja rodi (kerja paksa) mampu mengenalkan ekonomi uang pada masyarakat pedesaan. Hal ini dilihat dengan meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi. Reformasi keuangan sudah berkali-kali dilakukan, tetapi belum menghasilkan keuangan yang sehat.
Kebijakan selanjutnya yang dilakukan pemeritahan Belanda di Hindia Belanda adalah Laissez faire laissez passer, yaitu perekonomian diserahkan pada pihak swasta (kaum kapitalis). Kebijakan ini dilakukan atas desakan kaum Humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga agar lebih baik. Peraturan agraria baru ini bukannya mengubah menjadi lebih baik melainkan menimbulkan penderitaan yang tidak layak. Pada masa ini Departement van Financien dibentuk dan bertempat di istana Daendels karena pusat pemerintahan berpindah ke tempat lain. Gedung ini dijadikan sebagai tempat pengkoordinasian pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasif keuangan ke tempat lain.
Kekurangan tenaga ahli keuangan membuat pemerintah Belanda menyelenggarakan berbagai kursus bagi orang Belanda dan orang Pribumi yang dipandang mampu. Kursus yang diikuti adalah kursus ajun kontrolir dan treasury / perbendaharaan. Terpusatnya tempat pengelolaan keuangan dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan pemasukan dan pengeluaran negara. Terjadinya keadaan ekonomi yang memprihatinkan adalah alasan utama dibentuknya departement of financien.
Pecahnya perang dunia II di Eropa yang terus menjalar hingga ke wilayah Asia Pasifik, membuat kedudukan Indonesia sebagai jajahan Belanda sangat sulit, ditambah dengan terjepitnya pemerintah Belanda akibat serbuan Jepang. Menjelang kedatangan Jepang di Pulau jawa, Presiden DJB, Dr. G.G. van Buttingha Wichers berhasil memindahkan semua cadangan emas ke Australia dan Afrika Selatan melalui pelabuhan Cilacap Selama menduduki Indonesia, Jepang menjadikan kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Gedung Departement of Finance dijadikan tempat untuk melakukan aktivitas keuangan sehari-hari. Gedung ini dijadikan sebagai tempat pengolahan keuangan dan pemutusan kebijakan ekonomi oleh Jepang. Pada 7 Maret 1943, patung Jan Pieterzoon Coen yang berada di depan gedung Department of Financien dihancurkan Jepang karena dianggap sebagai lambang penguasa Batavia.
Banyak dari tenaga ahli keuangan Belanda ditawan oleh Jepang, dan beberapa orang yang ahli dan berpengalaman dijadikan sebagai tenaga pengajar keuangan pada putra-putri Indonesia. Kekurangan tenaga keuangan menjadikan Jepang mendidik rakyat Hindia Belanda untuk mengikuti pendidikan keuangan.
Selama 1942-1945, Jepang menerapkan beberapa kebijakan seperti, memaksa penyerahan seluruh aset bank, melakukan ordonansi berupa perintah likuidasi untuk seluruh Bank Belanda, Inggris, dan Cina. Selain itu, Jepang juga melakukan invasion money senilai 2,4 milyar gulden di pulau Jawa hingga 8 milyar gulden (pada tahun 1946). Tujuan invasion money yang dilakukan oleh Jepang adalah menghancurkan nilai mata uang Belanda yang sudah terlanjur beredar di Hindia Belanda.
Fokus pendudukan Jepang di Hindia Belanda terhadap perang pasifik menyebabkan Jepang melakukan kebijakan yang membuat terjadinya krisis keuangan. Jepang melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan karena produksi minyak jarak. Jepang melakukan pengurasan kekayaan alam dan hasil bumi, dan menjadikan para tenaga produktif sebagai romusha. Hiper inflasi yang terjadi pasa masa ini menyebabkan pengeluaran bertambah besar, sedangkan pemasukan pajak dan bea masuk turun drastis. Kebijakan ala tentara Dai Nippon merugikan penduduk Indonesia.
Masa Kemerdekaan
Setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945, Indonesia segera memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Kota Jakarta dijadikan pusat pemerintahan. Pada masa ini, Gedung Department of Financien masih berfungsi sebagai pusat kegiatan pengolahan keuangan sehari-hari. Keadaan ekonomi keuangan awal kemerdekaan amat buruk, dimana terjadi inflasi yang tinggi yang disebabkan beredarnya tiga buah mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Mata uang Jepang yang beredar sekitar 4 Milyar dan uang merah NICA menyebabkan terjadinya inflasi tinggi. Permasalahan ekonomi ini menyebabkan diadakannya rapat tanggal 2 september 1945 oleh BPKKP dan BKR di karesidenan Surabaya. Mereka sama-sama menyadari, disamping mempertahankan kemerdekaan selain kekuatan bersenjata juga diperlukan kekuatan dana untuk membiayai perjuangan itu.
Dalam wacana mencari dana, terpetik berita mengenai Dr,Samsi , seorang ekonom dan tokoh pergerakan cukup terkenal di Surabaya. Pada kabinet presidensial pertama RI 19 Agustus 1945, Soekarno mengangkat Dr. Samsi sebagai Menteri Keuangan. Dr. Samsi memiliki peranan besar dalam usaha mencari dana guna membiayai perjuangan RI. Ia mendapatkan informasi bahwa di dalam Bank Escompto Surabaya tersimpan uang peninggalan pemerintahan Hindia Belanda yang dikuasai Jepang. Kedekatannya dengan pemerintah Jepang memudahkannya untuk melakukan upaya pencairan dana, sehingga dapat digunakan untuk perjuangan. Pada 26 September 1945 Dr. Samsi mengundurkan diri dan digantikan oleh A.A. Maramis.
24 Oktober 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis menginstruksikan tim serikat buruh G. Kolff selaku tim pencari data untuk menemukan tempat percetakan uang dengan teknologi yang relatif modern. Hasilnya, percetakan G. Kolff Jakarta dan Nederlands Indische Mataaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) Malang dianggap memenuhi persyaratan. Menteri pun melakukan penetapan pembentukan Panitia Penyelenggaraan Percetakan Uang Kertas Republik Indonesia yang diketuai oleh TBR Sabarudin. Akhirnya, uang ORI (Oeang Republik Indonesia) pertama berhasil dicetak. Upaya percetakan ORI ini ditangani oleh RAS Winarno dan Joenet Ramli.
Pada 14 November 1945 di masa kabinet Sjahrir I, Menteri keuangan dijabat oleh Mr. Sunarjo Kolopaking. Mr. Sunarjo mengikuti konferensi Ekonomi Februari 1946 yang bertujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat, dalam rangka menanggulangi masalah produksi dan distribusi makanan, sandang serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
Pada 6 Maret 1946, panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah yang dikuasai sekutu. Hal ini menyebabkan kabinet Sjahrir berupaya untuk menindaklanjuti pengumuman NICA tersebut untuk mengedarkan ORI. Hanya saja, peredaran ORI tersebut membutuhkan dana. Langkah awal kabinet Sjahrir adalah menggantikan Menteri Keuangan oleh Ir. Surachman Tjokroadisurjo. Upaya utama yang dilakukan oleh Ir. Surachman untuk mengatasi kesulitan ekonomi adalah, melakukan Program Pinjaman Nasional dengan persetujuan BP-KNIP pada Juli 1946. Selain itu, ia juga melakukan penembusan blokade dengan diplomasi beras ke India dan mengadakan kontrak dengan perusahaan swasta Amerika yang dirintis oleh para pengusaha Amerika Serikat yang dirintis oleh badan semi pemerintah bernama Banking and Trading Coorporations dibawah pimpinan Soemitro Djojohadikusumo. Ia juga menembus blokade Sumatra dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia, dengan membuka perwakilan dagang resmi yang bernama Indonesia Office (Indoff).
Pada 2 Oktober 1946, Menteri keuangan digantikan oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Akhirnya, usaha penerbitan uang sendiri memperlihatkan hasilnya dengan diterbitkannya EMISI PERTAMA uang kertas ORI pada tanggal 30 Oktober 1946. Pemerintah Indonesia menyatakan tanggal tersebut sebagai tanggal beredarnya Oeang Republik Indonesia (ORI) dimana uang Jepang, uang NICA, dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI pun diterima dengan perasaan bangga oleh seluruh rakyat Indonesia. Mata uang yang dicetak itu ditandatangani oleh Alexander Andries Maramis (15 mata uang periode 1945-1947).
30 Oktober disahkan sebagai Hari Keuangan Republik Indonesia oleh presiden berdasarkan lahirnya uang emisi pertama Republik Indonesia, yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia. Uang adalah lambang utama suatu negara merdeka serta sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada khalayak umum. Untuk menghargai jasa A.A Maramis, maka gedung Department of Financien atau gedung Daendels diberi nama gedung A.A Maramis. Gedung ini menjadi pusat kerja Menteri Keuangan selaku pimpinan Departemen Keuangan Republik Indonesia saat menjalankan tugasnya sehari-hari. Seiring dengan kebutuhan akan koordinasi antar unit, sejak tahun 2007 gedung Menteri Keuangan dipindah ke Gedung Djuanda 1 yang berlokasi di seberang gedung A.A Maramis.
Menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara juncto Peraturan Presiden Nomor 47 tahun 2009 tentang pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, serta merujuk pada surat edaran Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Nomor SE-11 MK.1/2010 tentang perubahan Nomenklatur Departemen Keuangan menjadi Kementerian keuangan, maka sejak 2009, Departemen Keuangan resmi berubah nama menjadi Kementerian Keuangan.
Sumber: depkeu.go.id
Mengenal dan Memanfaatkan Jasa Pegadaian

Kebutuhan akan uang tunai terkadang menjadi kebutuhan yang sangat segera pada waktu-waktu tertentu. Namun demikian, kebutuhan-kebutuhan tersebut ada kalanya tidak diimbangi dengan kesediaan uang tunai yang kita miliki. Seringkali kita berpikir untuk meminjam uang dari saudara atau tetangga. Nyatanya, bukan tidak mungkin mereka juga sedang sama membutuhkannya dengan kita. Kalau begitu, kenapa tidak coba datang ke pegadaian?
Sesuai namanya, Pegadaian adalah tempat di mana Anda bisa datang meminjam uang dengan barang-barang pribadi Anda sebagai jaminannya. Mungkin Anda masih ingat dengan slogan pegadaian saat ini, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.
Kalau Anda meminjam uang tunai ke bank, selain Anda harus memiliki agunan, prosesnya juga bisa memakan waktu berhari-hari, karena pengajuan kredit Anda perlu dianalisa terlebih dahulu oleh bagian kredit di bank tersebut. Tapi di Pegadaian, Anda tinggal membawa barang pribadi Anda dan menunjukkannya di loket penaksir.
Di loket penaksir tersebut barang Anda akan dinilai oleh petugasnya. Anda akan diberi tahu mengenai berapa nilai gadai dari barang Anda tersebut. Nilai gadai adalah nilai yang menggambarkan tentang berapa batas jumlah uang yang bisa Anda pinjam dengan menggunakan barang yang bersangkutan. Bila Anda setuju, maka setelah itu Anda tinggal datang ke loket kredit dan mendapatkan uang tunai yang bisa Anda pinjam, tentunya yang sesuai dengan nilai gadai barang Anda. Bagusnya, proses ini tidak memakan waktu berhari-hari. Di sinilah kelebihan pegadaian.
Mudah memang, tapi tentunya semua itu tidak gratis lho! Artinya masih ada beban bunga yang harus Anda bayar setiap 15 hari kalau memang Anda berniat untuk menebusnya kembali. Beban bunga itu bervariasi, tergantung dari nilai pinjaman Anda. Untuk pinjaman Rp 20.000 hingga Rp 150.000 dikenakan bunga 0.75%. Untuk pinjaman Rp 151.000 hingga Rp 20.000.000 dikenakan bunga 1,2%, dan untuk pinjaman Rp 20.100.000 hingga 200.000.000 dikenakan bunga 1%.
Lalu bagaimana kalau nantinya Anda tidak mampu menebus kembali barang Anda tersebut? Pegadaian akan melelang barang tersebut. Lelang adalah proses penjualan barang di mana barang yang bersangkutan akan dijual kepada penawar yang berani membeli dengan harga tertinggi. Tentu saja lelang tersebut akan dilakukan dengan sepengetahuan pemiliknya. Jadi tenang saja, karena sebelum barang Anda dilelang, Anda akan diberi tahu terlebih dulu. Syukur-syukur kalau nilai barang Anda memang lebih tinggi dari pinjaman Anda. Karena selisihnya, setelah dikurangi bunga, akan dikembalikan kepada Anda.
Jasa / Layanan Lain
Selain jasa pegadaian, ada 2 jasa lain yang juga ditawarkan oleh pegadaian, yaitu:
- Penjualan Koin Emas ONH Koin Emas ONH adalah emas yang berbentuk koin yang bisa digunakan untuk tujuan persiapan dana pergi haji bagi pembelinya. Anda tinggal membeli sejumlah koin emas ONH (yang tersedia dalam berbagai pilihan berat), baik sekali saja maupun secara rutin. Setelah koin emas ONH Anda dianggap mencukupi (biasanya sekitar 250-300 gram), maka secara otomatis Anda akan didaftarkan sebagai calon jemaah haji melalui Sistem Haji Terpadu (Siskoat). Selain untuk haji, namanya juga emas, Anda juga bisa membeli emas untuk tujuan investasi lain, dan tidak harus selalu untuk haji.
- Jasa penitipan barang Bila Anda akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama, kenapa Anda tidak menitipkan barang-barang Anda di Pegadaian? Ini karena Pegadaian juga memiliki jasa penitipan barang yang bisa Anda manfaatkan. Keunggulan yang dimiliki jasa penitipan pegadaian adalah, bahwa selain tarifnya sangat terjangkau (tanyakan kepada Kantor Pegadaian di dekat rumah Anda mengenai jumlah persisnya), barang-barang yang Anda titipkan juga dilindungi oleh asuransi.
Tips Memanfaatkan Jasa Pegadaian
Ada beberapa orang yang malu ke pegadaian entah karena memang tidak tahu apa-apa tentang pegadaian, atau karena selama ini banyak orang menganggap bahwa pegadaian hanyalah untuk orang-orang susah. Anggapan itu tidaklah benar, karena banyak juga orang-orang golongan menengah ke atas yang menggadaikan barang-barangnya. Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:
- Hindari para calo Terkadang di beberapa pegadaian ada calo-calo yang suka menghadang Anda sebelum masuk ke dalam pegadaian. Biasanya mereka akan menawarkan jasa untuk membeli barang yang akan Anda gadaikan. Tolak saja, karena biasanya Anda akan dipaksa menggadaikannya dengan harga yang lebih murah.
- Gadaikan barang yang nilainya menaik Karena barang yang Anda gadaikan harus disimpan di Pegadaian, ini berarti Anda tidak menikmati barang tersebut. Usahakan tidak menggadaikan barang-barang yang nilainya menurun, karena selain Anda harus membayar beban bunga, penurunan nilai barang tersebut juga menjadi kerugian Anda karena Anda tidak menikmatinya.
- Gadaikan barang-barang elektronik yang tidak dipakai Terkadang ada barang-barang elektronik yang tidak digunakan di rumah Anda, misalnya bila Anda memiliki TV lebih dari satu. Nah, daripada mubazir, kenapa Anda tidak menggadaikan salah satunya? Jadi, di samping mendapatkan uang tunai, beban listrik Anda akan berkurang karena kini tidak ada lagi dua teve yang digunakan secara bersamaan.
- Sekali-kali Ikuti acara Lelang Secara rutin, pegadaian akan mengadakan acara lelang untuk barang-barang gadai yang tidak ditebus oleh pemiliknya. Terkadang barang-barang yang dilelang masih memiliki kualitas yang bagus tapi bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah.
Pegadaian Dikala Menjelang Lebaran
Bagi para pekerja ataupun karyawan perusahaan, biasanya setahun sekali akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). THR ini besarnya bervariasi. Ada yang satu bulan gaji, dua bulan gaji, bahkan ada yang lebih, tergantung dari kebijaksanaan perusahaan. Dan biasanya, THR ini diterima pada saat mendekati lebaran. Bahkan ada yang diberikan sesudah hari Lebaran.
Banyak orang, karena mereka yakin akan mendapatkan THR, mereka banyak meminjam uang dengan cara menggadaikan barangnya di Pegadaian pada sekitar awal bulan puasa. Setelah mendapatkan THR, biasanya barang yang digadaikan akan segera ditebus. Uang hasil menggadaikan barang tersebut lalu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok sebelum harga-harganya naik.
Karena itu, Pegadaian biasanya menjadi ramai ketika mendekati Hari Raya Lebaran. Selain banyak orang yang menggadaikan barangnya untuk ditebus lagi ketika mendapatkan THR, Pegadaian juga sering dikunjungi masyarakat yang ingin pulang mudik ke kampung. Yah, daripada disimpan di rumah, banyak orang memilih untuk menitipkannya di pegadaian.
Wawancara Dengan Pemuda Yang Menembak Mati Khadafi

Sanad Sadegh al-Aribi, pemuda yang menembak mati diktator Libya, Muammar Qaddafi, kepada Fars News memaparkan bagaimana ia memutuskan untuk membunuh Qaddafi.
Berikut ini perincian wawancara Fars News dengan al-Aribi:
Qaddafi Memalukan Bangsa Libya
Fars: Perkenalkan diri Anda.
Al-Aribi: Sanad Sadegh Al-Aribi, kelahiran Benghazi tahun 1989 di wilayah Hay al-Majuri, sekarang saya tinggal di kota ini. Saya belajar sampai kelas tiga SMP, dan setelah itu, karena ayah saya sudah tua dan keluarga saya yang miskin, saya terpaksa bekerja dan meninggalkan sekolah.
Fars: Sejak kapan Anda bergabung dengan pasukan revolusioner dan apa motivasi Anda?
Al-Aribi: Saya hidup di kota Benghazi dan seperti yang Anda tahu, percikan pertama revolusi berasal dari kota itu. Oleh karena sedemikian besar kebencian saya kepada Qaddafi dan keluarganya, pada hari-hari pertama saya bergabung dengan para pemuda revolusioner dan mengangkat senjata melawan Qaddafi.
Fars: Apa alasan kebencian Anda kepada Qaddafi dan keluarganya?
Al-Aribi: Anda harus menjadi orang Libya agar dapat memahami kebencian kami. Sudah selama 42 tahun dia berkuasa di negeri ini dan telah melakukan tekanan politik dan agama terburuk kepada bangsa ini. Pada masa kepemimpinan Qaddafi, Libya telah menjadi tertawaan dunia. Karena dia (Gaddafi) gila dan membuat malu bangsa dengan melontarkan pernyataan dan bertingkah memalukan. Dia adalah seorang diktator tulen yang selama 42 tahun telah membunuh ribuan warganya sendiri.
Fars: Itu alasan Anda membenci Qaddafi, bagaimana dengan keluarganya?
Al-Aribi: Keluarga dan anak-anaknya, lebih buruk dari Qaddafi. Mereka dengan seenaknya membunuh siapa saja yang mereka tidak sukai, jutaan uang rakyat yang menderita ini mereka hamburkan untuk berfoya-foya di bar-bar Eropa. Seif al-Islam misalnya, membayar lima juta dolar kepada seorang penyanyi Amerika untuk tampil semalam. Apakah orang seperti ini tidak berhak untuk dibenci?
Fars: Anda sekarang disebut sebagai pahlawan di Libya, mengapa?
Al-Aribi: Karena saya yang membunuh Qaddafi.
Qaddafi Ditinggal Sendirian
Fars: Dapat Anda ceritakan kembali perinciannya?
Al-Aribi: Kota Sirte telah jatuh (ke tangan pasukan revolusi). Saya anggota Brigade Benghazi. Bersama dengan beberapa teman, kami memisahkan diri dari brigade dan mulai mencari para pendukung Qaddafi dari rumah-ke rumah. Kami tidak menemukan apapun. Saya usulkan kepada teman-teman untuk pergi ke wilayah al-Hadra. Ketika kami sampai di sana, kami melihat Qaddafi. Saya mengenalnya dari rambut belakangnya yang acak-acakan. Dia bersama dengan beberapa orang sedang melarikan diri. Saya langsung berlari mengejar. Orang yang bersama Qaddafi langsung melarikan diri ketika melihat saya bersama teman-teman saya sedang mengejar. Mereka meninggalkan Qaddafi sendirian. Saya menarik rambut Qaddafi dan menamparnya keras sekali.
Fars: Apa yang dikatakan Qaddafi kepada Anda?
Al-Aribi: Qaddafi mengatakan bahwa saya adalah putranya. Lalu saya kembali menamparnya. Qaddafi kembali mengatakan dirinya seperti ayah saya, mengapa saya memukulinya. Saya sedemikian gugup waktu itu sehingga saya tidak sanggup berbicara. Oleh karena itu saya memaksanya berbaring di atas tanah dan saya mengikatnya kemudian memasukkannya ke dalam kendaraan. Saya ingin membawanya ke kota Benghazi.
Fars: Berarti Anda menangkap Qaddafi dalam keadaan hidup?
Al-Aribi: Iya, dia masih hidup.
Fars: Apakah Anda menembak ketika menangkapnya?
Al-Aribi: Tidak, kami hanya menembak ke udara, dan setelah itu seperti yang saya bilang, saya hanya menarik rambutnya dari belakang.
Fars: Setelah Anda naikkan Qaddafi ke dalam mobil, apa yang terjadi?
Al-Aribi: Saya dan teman-teman saya ingin membawanya ke Benghazi. Qaddafi saya letakkan di atas kap mobil. Akan tetapi teman-teman saya berteriak bahwa kami telah menangkap Qaddafi. Sebab itu , semua orang tahu bahwa mobil kami mengangkut Qaddafi. Brigade revolusoner lainnya menyetop mobil kami. Mereka menyeret turun Qaddafi dari mobil dan memukulinya. Saat itu, masing-masing dari mereka berupaya membawa Qaddafi ke kota mereka masing-masing. Namun saya mengatakan bahwa saya yang menangkapnya dan dia harus dibawa ke Benghazi. Akan tetapi pasukan dari brigade lain tidak terima. Mereka ingin membawa Qaddafi ke Misratah. Saya marah lalu saya menarik pistol saya dan membunuhnya.
Fars: Bagaimana Anda membunuhnya?
Al-Aribi: Dengan pistol saya, saya tembakkan dua peluru ke perut dan dadanya dan di situ saya mengatakan bahwa Qaddafi mati di sini atau pergi ke Benghazi dengan saya.
Fars: Apakah saat itu juga dia meninggal?
Al-Aribi: Tidak, setelah itu kami memasukkannya ke dalam ambulans, akan tetapi dia mati dalam perjalanan.
Fars: Dalam banyak foto kami melihat bahwa Qaddafi bersembunyi di sebuah lubang kecil dan tewas di sana?
Al-Aribi: Berita itu tidak benar, Qaddafi tidak bersembunyi di dalam lorong itu. Tetapi sebelumnya dia menggunakan lubang tersebut untuk bersembunyi. Meski lubang itu tidak jauh dari tempat saya menangkap Gaddafi, tapi dia tidak dalam lubang itu saat saya tangkap.
Fars: Baju apa yang dikenakan Qaddafi dan apa saja yang dibawanya?
Al-Aribi: Ketika saya tangkap dia mengenakan baju militer berwarna cokelat dan membawa sebuah pistol emas yang nantinya pistol itu dibawa oleh Brigade Misrata. Juga membawa dua cincin emas yang salah satunya terukir nama istrinya. Baju dan cincin Qaddafi itu saat ini ada di tangan saya dan insya Allah beberapa hari lagi saya akan menyerahkannya kepada museum Tripoli.
Fars: Apakah Anda pernah membayangkan bahwa suatu hari Gaddafi akan tewas di tangan Anda?
Al-Aribi: Saya yakin bahwa Qaddafi akan tewas dan kami akan menang, tapi tidak, saya tidak pernah membayangkan bisa membunuh Qaddafi.
Fars: Apakah tidak lebih baik Qaddafi diadili?
Al-Aribi: Pengadilannya memang baik dalam beberapa hal, tapi pada akhirnya saya membunuhnya, mungkin ini lebih baik bagi rakyat Libya.
Fars: Mengapa Anda berpedapat kematian Qaddafi lebih baik bagi rakyat Libya?
Al-Aribi: karena jika dia tertangkap dan dipenjara, maka para pendukungnya akan terus berharap dapat membebaskannya dan kami akan kembali berperang. Negara kami akan tidak aman. Akan tetapi setelah kematiannya, maka mereka sudah tidak memiliki harapan lagi.
Fars: Sebagian pihak berpendapat bahwa kematian Qaddafi adalah keinginan Barat sehingga dia tidak diadili, bagaimana menurut Anda?
Al-Aribi: Saya tidak tahu apakah itu kemauan Barat atau tidak, akan tetapi saya secara kebetulan membunuhnya. Seperti yang saya katakan, saya hanya ingin membawanya ke kota Benghazi, mereka mencegah saya maka saya langsung membunuhnya.
Fars: Jika seandainya Anda bertemu Qaddafi untuk kedua kalinya, apakah Anda tetap akan membunuhanya?
Al-Aribi: 100 % akan tetapi mungkin kali ini saya hanya akan menembakkan satu peluru saja. Satu peluru saja dan itu di kepalanya.
Fars: NATO mengklaim bahwa Qaddafi tewas karena bombardir udaranya, bagaimana menurut Anda?
Al-Aribi: Bohong!
Qaddafi Membunuh Paman Saya
Fars: Ketika Anda menembak Qaddafi, apa yang terlintas dalam benak Anda?
Al-Aribi: Semua kejahatan dan kezalimannya selama 42 tahun. Qaddafi menghukum mati salah satu paman saya tanpa sebab. Ketika saya menembaknya, saat itu saya merasa paman saya tersenyum.
Fars: Jika Anda melihat Hosni Mubarak atau diktator lainnya, apakah Anda juga akan membunuh mereka?
Al-Aribi: Tidak, karena saya percaya bahwa setiap diktator harus mati di tangan rakyatnya. Saya ingin Mubarak mati di tangan rakyatnya dan Ali Abdullah Saleh mati di tangan rakyat Yaman.
Fars: Apakah Anda tidak khawatir NATO akan berkuasa di negara ini menggantikan Qaddafi?
Al-Aribi: Saya meyakini tekad bapak Abdul Jalil (Ketua Dewan Transisi Nasional NTC) dan saya yakin dia tidak akan menerima pemerintahan boneka.
Kemenangan Rakyat Libya Bukan Karena NATO
Fars: Apakah kemenangan revolusioner Libya berkat NATO?
Al-Aribi: Sebagian operasi anti-Qaddafi memang mereka yang melakukan, tetapi kemenangan Libya berkat perjuangan rakyatnya.
Fars: Beberapa waktu terungkap dokumen bahwa sebuah perusahaan Inggris telah menandatangani kontrak dengan Libya di sektor minyak.
Al-Aribi: Seperti yang telah saya katakan, saya meyakini tekad Abdul Jalil, dan bahwa dia tidak akan menerima pengkhianatan terhadap Libya.
Fars: Apa harapan Anda sebagai seorang revolusioner?
Al-Aribi: Sebuah negara yang bebas dan demokratis di mana hak seluruh rakyatnya terjaga.
Fars: Sebelumnya bapak Abdul Jalil mengumumkan bahwa Dewan Transisi Nasional (NTC) akan memberi hadiah jutaan dolar kepada orang yang mambunuh Qaddafi. Apakah Anda sudah menerima hadiah itu?
Al-Aribi: Belum, jika saya terima, akan saya kembalikan kepada negara.
Jelas sudah sekarang siapa pembunuh Khadafi dan mengapa rakyat Libya begitu bencinya terhadap Khadafi
Kotor, UNESCO Ancam Coret Candi Borobudur dari Daftar Warisan Budaya Dunia

Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Alasannya candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kotor dan tidak terawat.
Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO usai pemugaran 1973-1983 silam tersebut kini terlihat kusam dan kotor. Sampah pengunjung terlihat di sana sini. Bahkan di beberapa sudut bau kencing sangat menyengat.
Kepala unit Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno mengatakan sehubungan dengan adanya ancaman PBB tersebut, pihak pengelola segera melakukan beberapa langkah pembenahan. Salah satunya adalah membenahi masalah kebersihan di lingkungan candi. Namun untuk menjaga kebersihan kompleks candi yang begitu luas, diperlukan peran serta kesadaran masyarakat pengunjung candi.
Sangat disayangkan dan memalukan jika ancaman pencabutan status dari UNESCO tersebut sampai terlaksana hanya karena kita tak mampu merawat. Tapi semuanya itu kembali tergantung pada kesadaran masyarakat Indonesia sendiri.
Membaca berita ini speechless cuma bisa bilang prihatin mengingat Candi Borobudur adalah salah satu kebanggaan dari negara kita. Bisa-bisanya menjadi sangat kotor dan seperti tidak terawat. Apalagi selain sebagai tempat wisata dan merupakan kebanggaan bagi negara kita, candi borobudur juga merupakan tempat ibadah bagi teman-teman yang beragama Buddha. Coba jika yang buang sampah sembarangan mendapat perlakuan yang sama juga di tempat ibadahnya / rumahnya, gimana perasaannya.
Sangat miris memang namun hal ini bisa menjadi logis juga apabila melihat kebiasaan kebanyakan masyarakat kita yang sangat senang membuang sampah sembarangan. Seenak sendiri dan tidak peduli akan lingkungan. Hanya bisa berharap pemerintah daerah setempat dan pihak pengelola bisa menangani masalah ini dengan baik dan bisa tegas, sediakan tempat sampah yg banyak, bila perlu ada pengawasan yang ketat, misalnya di temui ada yg membuang sampah sembarangan hendaknya langsung diberi teguran namun dengan cara yang baik dan ramah tentunya.
Pulau Komodo menjadi jagoan Indonesia dalam ajang tujuh keajaiban alam baru dunia atau New7Wonders of nature. Pulau di Nusa Tenggara Timur itu adalah habitat asli Komodo.